Breaking News:

Ketua KONI Medan Kagum saat Senar Raket Greysia Polii Putus: Benar-benar Bikin Haru!

Perjuangan Greysia Polii dan Apriyani Rahayu menjadi inspirasi bagi para atlet untuk tetap menyalakan semangat juang.

Penulis: Sofyan akbar | Editor: Liston Damanik
DOk/Pedro Pardo/AFP
Pasangan Ganda Putri andalan Indonesia Greysia Polii dan Apriyani Rahayu. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ketua KONI Medan Eddy Sibarani menilai medali emas yang didapat pasangan ganda Putri Indonesia Greysia Polii dan Apriyani Rahayu pada Olimpiade Tokyo menjadi penghibur rakyat Indonesia, terutama para atlet, yang menjalani kerasnya masa pandemi.

Menurutnya, perjuangan Greysia Polii dan Apriyani Rahayu menjadi inspirasi bagi para atlet untuk tetap menyalakan semangat juang.

"Bahwa dari sebuah kerja keras akan lahir sebuah hasil yang diharapkan, seperti yang kita lihat dari jalannya pertandingan Greysia/Apriani di babak final tadi," ujarnya, Senin (8/2/2021).

Laga tersebut, kata Eddy, membuktikan di dalam pertandingan tidak ada hal yang tidak mungkin. 

"Meski lawan lebih diunggulkan, dengan bekerja keras dan fokus, semua itu bisa terbayar dengan prestasi terbaik," akunya.

Perjuangan Greysia dan Apriyani, kata Eddy, terlihat ketika senar raket Greysia Polii putus.

Baca juga: MOMEN Apriyani Cium Tangan Greysia Polii di Final Bulutangkis Olimpiade hingga Raih Emas Pertama

Ketua KONI Medan Eddy Sibarani saat menghadiri acara FAJI Medan.
Ketua KONI Medan Eddy Sibarani saat menghadiri acara FAJI Medan. (Akb/tribun-medan.com)

Ketika skor 18-10 untuk keunggulan wakil Indonesia, reli panjang terjadi sampai membuat senar raket Greysia Polii putus. Pebulu tangkis berusia 33 tahun itu pun langsung bergegas ke pinggir lapangan untuk mengganti raketnya.

Beruntung, serangan Chen/Jia dapat diatasi Apriyani Rahayu dengan baik.

Greysia kemudian kembali ke lapangan dan dengan sigap langsung membantu pertahanan. Tak lama kemudian, Apriyani dapat menuntaskan reli setelah smesnya dibalikkan Chen/Jia ke arah net. Pada momen tersebut, Greysia/Apriyani unggul 19-10 atas wakil China. Ini adalah keunggulan terbesar mereka dalam laga final ini.

Aksi Greysia yang mengganti raket dan sigap melanjutkan reli membuat sang komentator Gillian Clark terpukau dengan mengatakan "sensational, amazing".

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved