Breaking News:

MAHASISWA Minta Kejaksaan Usut Dugaan Jual Beli Jabatan dan Proyek di UIN Sumatera Utara

Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi Sumatera Utara meminta kejaksaan mengusut dugaan pengaturan proyek yang ada di dalam universitas.

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Randy P.F Hutagaol
Tribun-medan.com/Fredy Santoso
Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi Sumatera Utara berunjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Senin (2/8/2021). Mereka meminta agar kejaksaan tinggi Sumut mengusut dugaan jual beli jabatan dan permainan proyek yang terjadi di UINSU. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Beberapa mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi Sumatera Utara (AMPAK-SU) berunjukrasa di depan kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, pada Senin (2/8/2021).

Mereka meminta agar kejaksaan tinggi Sumut mengusut dugaan jual beli jabatan yang terjadi di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.

Selain itu, mereka juga meminta agar kejaksaan mengusut dugaan pengaturan proyek yang ada di dalam universitas yang diduga dilakukan oleh Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Syahrin Harahap.

Kordinator aksi, Irham Sadani Rambe menjelaskan, adapun beberapa dugaan jual beli jabatan yang terjadi di UINSU yakni jabatan strategis di kampus seperti Dekan dan sebagainya.

"Siapa yang mau menjadi Dekan dan jabatan di UINSU harus membayar, setiap yang mau dapat jabatan harus bayar baru dapat jabatan. Dugaannya 50 sampai 100 jutaan untuk jabatan dekan, wakil dekan dan jabatan strategis," kata Irham Sadani Rambe, Senin (2/8/2021).

Sementara itu, ada juga dugaan permainan proyek yang diduga dilakukan Rektor Universitas yang berpotensi merugikan negara.

Mereka menduga Rektor sengaja memilih mitra kerja dari kalangan orang dekat untuk mengambil keuntungan.

Praktik tersebut, ucap Sardani diduga dilakukan sejak pertama kali Syahrin Harahap menjabat sebagai rektor UINSU.

"Jadi ada pihak-pihak dari rektor terutama dari keluarganya itu yang kami dengar mereka melakukan pengaturan proyek itu supaya mendapat keuntungan. Ada beberapa gedung dan pembangunan uang ada di kampus," Ucapnya.

Sardani mengatakan aksi ini baru pertama kali dilakukan. Namun sebulan yang lalu mereka telah melaporkan dugaan jual beli jabatan dan pengaturan proyek ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

(cr25/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved