Breaking News:

Penambahan Kasus Terkonfirmasi Covid-19, Dinkes Karo Catat Dominan Klaster Keluarga

Jika dilihat dari data yang ada, tentunya untuk hasil penambahan kasus per harinya dapat dikatakan cukup tinggi dan persebaran Covid-19 semakin luas.

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Tribun-Medan.com/Muhammad Nasrul
PEGAWAI Dinkes Karo mengikuti rapid test beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Karo tercatat masih cukup tinggi. Berdasarkan data yang didapat dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Karo, dalam sehari, penambahan kasus sudah melebihi 10 hingga 20 kasus.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karo Arie O Lopiga, membenarkan hal tersebut. Dirinya mengatakan, penambahan kasus tertinggi terlihat dalam kurun waktu beberapa pekan terakhir.

"Sampai sekarang penambahan kasus per harinya masih cukup tinggi. Tapi kalau kita buka data lagi, dalam hasil yang keluar satu hari itu merupakan pengambilan sampel dalam dua hingga tiga hari," ujar Arie, Senin (2/8/2021).

Jika dilihat dari data yang ada, tentunya untuk hasil penambahan kasus per harinya dapat dikatakan cukup tinggi dan persebaran Covid-19 semakin luas. Soal dari mana klaster ini didapat, Arie menjelaskan jika pihaknya melihat dari kasus yang ada dominan berasal dari klaster keluarga.

"Ini kebanyakan penambahan kasusnya karena kontak erat, dan yang kita dapat kontak eratnya ini dari keluarga," katanya.

Baca juga: Dinkes Karo Sebut Stok Vaksin Tinggal 63 Vial, Kabid P2P : Hanya Terima 500 Hingga 1000 Vial

Dikatakannya, mayoritas dari klaster yang ada saat ini untuk kasus yang pertama didapat atau sebagai carier diketahui sebelumnya terkontaminsi karena melakukan perjalanan. Perjalanan yang dimaksud ini baik perjalanan di dalam kota maupun luar kota dengan berbagai urusan yang diduga di tempat yang banyak kerumunan.

"Memang kita lihat, untuk kasus yang pertama kena ini kita telusuri ada yang bepergian ke luar kota, ada yang menghadiri pesta dan sebagainya. Dari situ, kita tracing dan kita tes ternyata keluarganya juga positif," ungkapnya.

Arie kembali mengimbau kepada masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Dirinya juga meminta kepada masyarakat agar menunda melakukan perjalanan, terlebih lokasi yang dituju melibatkan orang ramai yang dapat membuat penyebaran virus corona semakin mudah.

Berdasarkan data yang didapat dari Satgas penanganan Covid-19 Kabupaten Karo, hingga Sabtu (31/7) kemarin total kasus terkonfirmasi secara akumulatif di Kabupaten Karo mencapai 1498 kasus. Dengan rincian kasus yang masih aktif dan sedang menjalani isolasi sebanyak 326 kasus. Kemudian, untuk jumlah kasus yang sudah dinyatakan sembuh sebanyak 1029 kasus. Sedangkan kasus yang telah dinyatakan meninggal akibat virus mematikan ini, mencapai 143 kasus. (cr4/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved