Breaking News:

Pungli Orangtua Calon Siswa, Guru SMA Negeri 3 Medan Sedang Diproses

Kedua guru tersebut tidak bisa disalahkan karena tidak ada bukti perbuatan pungli sama sekali.

Penulis: Almazmur Siahaan | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
HO
Iwan, guru penjaskes SMA Negeri 3 Medan yang diduga melakukan pungli ke orangtua siswa.(HO) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sekretaris Dinas Pendidikan Sumatera Utara, Sakti mengatakan, dua guru SMA Negeri 3 Medan, Ihwan dan Natsir yang melakukan pungutan liar (pungli) terhadap orangtua calon siswa, sudah berulang kali dipanggil oleh Kepala Dinas Pendidikan Sumut, Syaifuddin. Saat ini keduanya sedang diproses.

"Sudah ditangani dan sudah dipanggil berulang kali sama Pak kadis. Untuk kelanjutannya kita tunggu saja, masih dalam proses," ujar Sakti, Senin (2/8/2021).

Namun, dirinya pun malah mengatakan, kedua guru tersebut tidak bisa disalahkan karena tidak ada bukti perbuatan pungli sama sekali.

Padahal, rekaman panggilan suara Ihwan (guru Sosiologi) dengan orangtua calon siswa, Cut, saat menawarkan kursi kosong seharga Rp 12 juta untuk anak Cut, sudah terbukti ada dan diakui oleh Cut serta kepala SMA Negeri 3 Medan, Elfi Sahara.

"Belum ada negosiasi, sebenarnya masih cerita sana cerita sini. Kalau dari hati nurani itu dasarnya dari mana, tidak ada buktinya, kalau saya tidak bisa menyalahkan orang seperti itu. Kalau misalnya ada tanda terimanya, ya sudah tidak bisa mengelak lagi," katanya.

Pada Minggu (1/8/2021) lalu, Kepala SMA Negeri 3 Medan, Elfi Sahara mengatakan, kedua guru tersebut saat ini masih mengajar siswa karena masih dibutuhkan.

Baca juga: Oknum Guru SMA 3 Medan Pungli Orangtua Calon Siswa, Edy Janji Pecat Jika Terbukti

"Kalau yang namanya guru tetap mengajar, kalau tidak mengajar nanti anak-anaknya bagaimana. Untuk sementara mungkin belum ada tindak lanjut, karena kan yang namanya mengambil keputusan harus ada beberapa tahap. Kalau sekarang kan, ya namanya kita pendidik, ya kita mengajar dulu lah, kan anak-anak juga mau belajar," ujar Elfi.

Elfi menambahkan, saat ini ia masih menunggu keputusan dari Dinas Pendidikan Sumatra Utara (Sumut) terkait tindak lanjut terhadap oknum guru tersebut.

"Kalau saya tinggal menunggu keputusan dari Dinas Pendidikan Sumut. Yang penting kita sudah diproses, itu saja sih, tinggal menunggu keputusan saja. Belum ada informasi dari Dinasnya, kita kan lagi menunggu bagaimana keputusan yang terbaik," katanya. (cr17/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved