Breaking News:

Duit Pemeliharaan Jalan Dikorupsi, Warga Minta Tolong Jokowi Perhatikan Akses Menuju Bahorok

Kondisi jalan menuju objek wisata Bahorok di Kabupaten Langkat sangat buruk dan memperihatinkan. Sejauh ini masih rusak tak terurus

Penulis: Satia | Editor: Array A Argus
HO
Warga Lingkungan Banten, Kelurahan Pekan Kuala, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat demo akibat jalan di wilayah mereka rusak parah selama bertahun-tahun tapi tidak pernah diperbaiki.(HO) 

TRIBUN MEDAN.COM,LANGKAT-Sudah bertahun-tahun jalan menuju objek wisata pemandian alam Bahorok, Kabupaten Langkat hancur lebur.

Warga menganggap, pemerintah daerah dan provinsi tutup mata.

Lantaran merasa dikesampingkan, warga Lingkungan Banten, Kelurahan Pekan Kuala, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat kemudian turun ke jalan melakukan aksi.

Warga memblokade jalan dan menghalangi truk bermuatan berat melintas.

Baca juga: Mantan Pejabat Pemprov Sumut Resmi Jadi Tersangka Korupsi Pemeliharaan Jalan

Dalam aksinya, warga sempat membentang spanduk, berisi permohonan pada Presiden RI Joko Widodo agar memperhatikan akses jalan yang rusak parah menuju Kecamatan Bahorok.

Menyikapi hal ini, Unit Pelaksana Tugas (UPT) Jalan dan Jembatan Binjai - Langkat mengaku sudah mengusulkan perbaikan jalan rusak, dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2022. 

Dalam pengusulan, UPT Jalan dan Jembatan Binjai-Langkat akan melakukan perbaikan sepanjang 5,3 kilometer. 

"Terkait jalan rusak sudah diusulkan penanganan peningkatan sepanjang 5.3 Km di tahun anggaran 2022, karena kondisi kerusakannya untuk penanganan permanen," kata Kepala UPT Jalan dan Jembatan Binjai-Langkat, Linda, melalui pesan WhatsApp, Selasa (3/8/2021). 

Baca juga: Barbuk Hilang Sempat Dipakai Mantan Kajari Langkat, Jamwas Kejagung Turun Tangan

Menurutnya, warga harus menunggu paling tidak satu tahun ke depan, agar jalan akses mereka dapat diperbaiki oleh pemerintah. 

Saat disinggung mengapa pemerintah kurang perhatian terhadap perbaikan jalan, Linda tidak menjawab.

Kuat dugaan, hancurnya jalan di Kabupaten Langkat ini tak terlepas dari adanya tindak korupsi uang pemeliharaan jalan yang dilakukan pejabat Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Sumatera Utara.

Belum lama ini, Kejari Langkat menetapkan mantan Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Sumatera Utara Effendi Pohan sebagai tersangka.

Baca juga: SOSOK Muttaqin Harahap, Kajari Langkat, Penerima Penghargaan Terbaik Penanganan Korupsi Tahun 2020

Effendi Pohan bersama kroninya mengorupsi uang pemeliharaan jalan di Binjai dan Langkat, hingga menyebabkan kerugian negara Rp 2 miliar.

Ada indikasi, uang Rp 2 miliar lebih ini dibagi-bagi oleh Effendi Pohan kepada tiga tersangka lainnya yakni D, Kepala UPT Jalan dan Jembatan Binjai-Langkat, selaku Kuasa Penguna Anggaran (KPA).

Kemudian AN selalu Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan dan TS selaku Bendahara Pengeluaran Pembantu.(wen/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved