Polemik Sumbangan Rp 2 Triliun

KISRUH Sumbangan Rp 2 Triliun, Mahfud MD Nyatakan Keraguan dan Anak Akidi Tio Bungkam

Sumbangan Rp 2 triliun yang diberikan keluarga Akidi Tio kini jadi polemik dan pembicaraan seantero jagat Indonesia

Editor: Array A Argus
TRIBUNSUMSEL.COM/SHINTA
Heriyanti Putri Akidi Tio bersama Suami, Rudi Sutadi,suaminya beserta anak laki-laki mereka berinisial KL keluar dari gedung Ditreskrimum Polda Sumsel pada pukul 21.57 WIB malam. TRIBUNSUMSEL.COM/SHINTA 

TRIBUN-MEDAN.COM,-Sumbangan Rp 2 triliun dari keluarga mendiang Akidi Tio, yang dikenal berlatar pengusaha kini jadi perbincangan masyarakat Indonesia.

Polemik muncul setelah anak Akidi Tio, Heriyanti sempat dinyatakan sebagai tersangka oleh polisi lantaran dianggap sumbangan yang diberikan itu bohong.

Terkait masalah ini, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD turut meragukan sumbangan Rp 2 triliun tersebut. 

Ia pun mengaku sengaja mencuitkan frasa "Mudah-mudahan itu nyata" di akun Twitternya untuk menyindir mereka yang percaya dengan sumbangan tersebut.

"Terkait Akidi Tio saya sejak awal sudah tak yakin itu ada karena petualang seperti itu sudah banyak memberi pelajaran pada kita. Makanya ketika saya mencuit 'Mudah-mudahan itu nyata' Saya justru sama sekali tak berharap itu ada tapi saya nyindir kepada yang percaya dengan itu," kata Mahfud dalam keterangannya pada Senin (2/8/2021) malam.

Mahfud mengatakan juga sudah bertanya kepada Gubernur Sumsel Herman Deru terkait hal tersebut.

Ternyata, kata dia, Herman juga hanya diundang seremoni sebagai Forkompimda secara dadakan tapi tak ada penyerahan barang atau dokumen apapun. 

Dalam hal ini ia juga mengaku mendukung sikap Menteri Hukum dan HAM era Presiden SBY Hamid Awaluddin yang tak mau percaya begitu saja dengan sumbangan Rp 2 triliun dari Akidi Tio itu.

"Makanya saya memposting tulisan Hamid Awaluddin sambil menceritakan pengalaman saya.

Itu untuk mengingatkan mereka yang percaya dan bersemangat pada hal yang tak rasional seperti itu," kata Mahfud.

Ia mengatakan modus kebohongan terkait sumbangan tersebut sama dengan sejumlah kejadian sebelumnya.

Sejak dulu, lanjut dia, banyak orang yang mengaku mau menyumbang, bisa menggali uang dengan kesaktian secara ajaib, bisa menemukan obat untuk 1000 penyakit, tapi semua bohong. 

Selain itu, kata dia, pernah juga ada orang mengaku menemukan harta karun peninggalan Majapahit tapi tak jelas juntrungannya. 

Kemudian, kata dia, ada yang menunjukkan sertifikat pengakuan utang miliaran dollar Amerika kepada Presiden Soekarno oleh sebuah Bank di Swiss bertahun 1962.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved