Breaking News:

Dampak Cuaca Ekstrem, Karhutla Kembali Terjadi di Lingkar Toba Sejak Senin Malam

Setelah mendapatkan informasi dari Masyarakat Peduli Api (MPA) ini pihaknya lansung berkoordinasi dengan personel yang berada di pondok kerja Paropo.

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Ayu Prasandi
HO
Personel gabungan melakukan pemadaman api yang membakar ilalang di perbukitan Desa Tongging, Kecamatan Merek, Rabu (4/8/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Akibat musim kemarau yang berlangsung beberapa waktu terakhir, saat ini menimbulkan dampak yang cukup parah.

Pasalnya, kawasan perbukitan yang ada di Kecamatan Merek tepatnya di pinggir Danau Toba, kembali terbakar.

Saat dikonfirmasi, pihak Manggala Agni melalui bagian humas Angfier Sinaga membenarkan hal tersebut.

Dirinya mengatakan, pihaknya kembali mendapatkan informasi adanya kemunculan titik api di wilayah yang berada Desa Tongging, sejak Senin (2/8/2021) kemarin malam.

Baca juga: Kadisperindag Riadil Akhir Lubis Meninggal karena Covid-19, Kadis Kominfo Sumut : Benar

"Benar kemarin kita mendapatkan informasi dari masyarakat, jika kembali tampak titik api. Dari informasi yang kita dapat, api mulai terlihat di perbukitan di Desa Tongging, sekira pukul 22.30 WIB," ujar Angfier, Rabu (4/8/2021).

Angfier menjelaskan, setelah mendapatkan informasi dari Masyarakat Peduli Api (MPA) ini pihaknya lansung berkoordinasi dengan personel yang berada di pondok kerja Paropo.

Dirinya mengatakan, setelah melakukan koordinasi tim lansung bergerak ke lokasi untuk berusaha memadamkan api.

Dirinya mengungkapkan, sejak malam kemarin hingga saat ini tim gabungan dari Manggala Agni, TNI dan Polri, serta MPA masih terus berusaha memadamkan api yang membakar perbukitan yang ditumbuhi ilalang ini.

Ia mengatakan, karena kondisi alam yang kering dan angin kencang membuat api sedikit sulit untuk dipadamkan.

"Dari kemarin sudah kita lakukan pemadaman, tapi karena faktor alam api yang sudah padam kembali muncul di titik yang lain. Saat ini personel kita masih berada di lokasi untuk melakukan pemadaman," ungkapnya.

Baca juga: CERITA Sanggar Tari Sihoda, Diundang Tampil di Turkey Namun Terkendala Dana

Ketika ditanya perihal luas wilayah yang terbakar, Angfier menjelaskan jika berdasarkan informasi dari petugas yang ada di lapangan diperkirakan luas lahan terdampak seluas 18 hektar. Dirinya mengatakan, karena angin yang cukup kencang membuat api semakin cepat meluas.

"Kalau perkiraan kita, luas yang terbakar 18 hektar. Karena faktor alam ini, api cepat menyebar," katanya.

Dirinya menyebutkan, hingga saat ini pihaknya masih menduga kebakaran ini disebabkan oleh faktor alam. Sedangkan untuk dugaan karena sengaja dibakar, pihaknya masih belum menemukan adanya bukti yang pasti.

(cr4/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved