Viral Medsos

Sosok Pendiri Pertamina Tong Djoe Mendadak Viral di Tengah Kisruh 2 T Janji Keluarga Akidi Tio

VIRAL Sosok Tong Djoe, Sang Pendiri Pertamina di Tengah Kisruh Rencana Bantuan Rp 2 Trilun dari Keluarga Almarhum Pengusaha Akidi Tio.

Editor: Abdi Tumanggor
ISTIMEWA/FACEBOOK/PETER F.GONTHA
Kolase Foto Tong Djoe dan Akidi Tio 

VIRAL Sosok Tong Djoe, Sang Pendiri Pertamina di Tengah Kisruh Rencana Bantuan Rp 2 Trilun dari Keluarga Almarhum Pengusaha Akidi Tio yang Tak Tahu Kepastiannya.   

TRIBUN-MEDAN.com - Tentang rencana bantuan 2 T dari keluarga almarhum Akidi Tio untuk membantu penanganan Covid-19 di Sumsel, semakin menarik untuk dibahas. 

Hal itu karena dana yang sangat besar itu belum tahu kepastiannya. 

Kini, Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK) ikut merasa terusik soal heboh sumbangan 2 triliun dari keluarga pengusaha almarhum Akidi Tio tersebut.

JK pun mengingat satu di antara kasus di masa silam yang menyebut utang Indonesia bisa dilunasi oleh temuan ribuan ton emas.

Dikisahkan JK, Said Agil Husin Al-Munawar pernah menyebut, temuan emas itu merupakan peninggalan Kerajaan Pajajaran yang tersimpan di bawah Prasasti Batutulis, Bogor.

Kemudian, JK menanyakan apakah Said Agil mengetahui berapa banyak utang Indonesia di luar negeri, dan rupanya Said Agil tidak bisa menjawabnya.

"Dulu juga begitu, ada isu temuan emas yang bisa membayar utang kita, lalu saya panggil. Saya tanya, tahu tidak jumlah utang kita? Waktu itu sekitar Rp 1.500 triliun. Berapa ton emas itu? Jadi mana mungkin ada emas 6.000 ton di situ," jelas JK.

Untuk itu, dari pelajaran kasus sebelumnya, JK meminta agar sumbangan Rp 2 triliun ini dihentikan.

"Saya kira ini tidak perlu diperpanjang, dihentikan saja bahwa ini menipu seluruh bangsa," kata JK, dikutip dari tayangan Youtube tvOne, Rabu (4/8/2021).

"Jadi semuanya tidak masuk akal. Tidak ada logikanya menyumbang pribadi lewat Kapolda, yang menerima salah, yang memberi juga salah," jelas JK.

Pasalnya, tidak mungkin seseorang menyumbangkan seluruh hartanya, tanpa tersisa.  

"Kalau ada yang mau nyumbang Rp 2 triliun, setidaknya dia punya uang Rp 10 triliun, tidak mungkin semua hartanya disumbangkan."

"Itu juga tidak masuk akal, ini masalah akal sehat saja bahwa kita percaya orang yang menipu-nipu seperti itu," ujarnya.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri, bersama Gubernur Sumsel Herman Deru saat menerima secara simbolis bantuan sebesar Rp 2 triliun dari keluarga pengusaha asal Langsa, Aceh Timur, Almarhum Akidi Tio untuk dana penanganan Covid-19, Senin (26/7/2021).
Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri, bersama Gubernur Sumsel Herman Deru saat menerima secara simbolis bantuan sebesar Rp 2 triliun dari keluarga pengusaha asal Langsa, Aceh Timur, Almarhum Akidi Tio untuk dana penanganan Covid-19, Senin (26/7/2021). (DOK. HUMAS POLDA SUMSEL)
Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved