Breaking News:

14 Lingkungan di Medan Berstatus Zona Merah

Adapun 14 lingkungan tersebut tersebar di tujuh kecamatan yakni Medan Johor, Medan Helvetia, Medan Deli, Medan Sunggal, Tuntungan, Labuhan dan Tembung

Penulis: Rechtin Hani Ritonga | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
WALI Kota Medan Bobby Nasution menyerahkan langsung bantuan kepada warga yang tengah melakukan isolasi mandiri di kediamannya di Lingkungan 23, Perumahan Simalingkar, Medan, Kamis (5/8/2021). Bobby meninjau lokasi isolasi Lingkungan 23, Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan sekaligus menyerahkan bantuan berupa sembako dan obat-obatan bagi warga yang terinfeksi Covid-19. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Wali Kota Medan Bobby Nasution mengatakan dari total 2001 lingkungan yang ada di Medan, sebanyak 14 di antaranya berstatus zona merah. Terkait hal itu, di 14 lingkungan ini akan dilakukan isolasi lingkungan sesuai aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Kota Medan.

"Isolasi lingkungan sudah ada 14 sekarang. Dari 2001 lingkungan, ada 14 lingkungan yang kita isolasi," ujar Bobby, Kamis (5/8/2021).

Adapun 14 lingkungan tersebut tersebar di tujuh kecamatan yakni Medan Johor, Medan Helvetia, Medan Deli, Medan Sunggal, Medan Tuntungan, Medan Labuhan dan Medan Tembung.

Baca juga: Berita Foto: Bobby Nasution Menyerahkan Bantuan kepada Warga yang Melakukan Isolasi Lingkungan

Bobby mengatakan, meskipun diwajibkan untuk isolasi di lokasi isolasi terpusat (Isoter) milik Pemko Medan, warga di lingkungan berstatus zona merah masih diperbolehkan isolasi mandiri di rumah dengan protokol yang ketat.

"Makanya tadi saya sampaikan kalau lingkungannya seperti ini (lingkungan 23) masih bisa kita lakukan isolasi mandiri. Kalau ada OTG yang tidak keluar dan tidak menyebarkan Covid-19 masih kita izinkan," tuturnya.

Bobbymengatakan, jika penempatan pasien Covid-19 di Isoter dilakukan karena masih banyak pasien yang melakukan isolasi mandiri yang keluar rumah.

"Makanya kita buat isoter supaya tidak mereka keluar-keluar. Memang untuk yang zona merah kita wajibkan untuk di isoter, seperti tadi yang disampaikan pak Camat ada yang sulit diatur makanya kita rekomkan untuk masuk ke isoter," ujar Bobby.

"Nanti ke depannya semua yang merah karena yang merah inipun ada yang masa isolasi nya tinggal menunggu masa sampai PCR nya hasilnya negatifnya saja. Ini juga kita pertimbangkan misalnya dia baru positif 1 atau 2 hari akan kita pertimbangkan untuk masuk isoter," pungkasnya.(cr14/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved