Breaking News:

Bupati Toba Poltak Sitorus Larang Warga Adakan Pesta dan Kegiatan Sosial

Bupati Toba Poltak Sitorus kembali menegaskan larangan kegiatan pesta dan acara sosial di masyarakat

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Array A Argus
Tribun-medan.com/Maurits
Bupati Toba Poltak Sitorus dan Sekretaris Daerah Kabupaten Toba Audi Murphy Sitorus usai rapat Forkopimda Toba pada Selasa (6/7/2021) di Kantor Bupati Toba. 

TRIBUN-MEDAN.COM,TOBA- Bupati Toba Poltak Sitorus kembali menegaskan larangan adanya kegiatan pesta dan acara sosial di Kabupaten Toba.

Larangan pesta dan kegiatan sosial itu termuat dalam Surat Edaran Nomor: 440/ 3347 /Satgas/Covid-19/2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Toba.

"Dalam rangka Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 di Kabupaten Toba, dengan ini disampaikan beberapa hal," tulis Bupati Toba Poltak Sitorus dalam SE yang diperoleh www.tribun-medan.com, Kamis (5/8/2021).

Baca juga: Bupati Toba Tengah Malam Datangi Rumah Warga Larang Gelar Acara Adat Pemakaman Pasien Covid-19

Pertama, Bupati Toba menyinggung soal acara adat atau pesta maupun kegiatan sosial masyarakat.

Dalam hal ini, Bupati Toba menegaskan poin, antara lain:

1. Dilarang melaksanakan pesta pada acara adat dan kegiatan sosial masyarakat lainnya.

2. Pelaksanaan akad nikah/pemberkatan dapat dilaksanakan dengan ketentuan hanya dihadiri oleh pihak keluarga mempelai laki-laki dan perempuan dibatasi maksimal 50 orang dan maksimal 25 persen dari kapasitas ruangan serta wajib melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat seperti menggunakan masker, mencuci tangan/bmenggunakan hand sanitizer dan menjaga jarak.

3. Dilarang menghadiri acara pesta adat dan pesta kegiatan sosial masyarakat didalam maupun diluar daerah Kabupaten Toba.

Baca juga: Seorang Pegawai Kantor Bupati Toba Terkonfirmasi Positif Covid-19, Seratusan Pegawai Swab Massal

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan soal acara duka atau acara bagi yang meninggal dunia. Dalam hal ini, ia menyampaikan 4 hal, antara lain:

1. Bagi masyarakat yang meninggal dunia di luar Kabupaten Toba bukan karena terkonfirmasi Covid-19 dan jenazahnya dibawa ke Kabupaten Toba harus langsung dikebumikan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved