Breaking News:

KEBAKARAN Hutan di Tongging, Tim Gabungan Lakukan Mop Up, 48 Hektare Lahan Dilalap Si Jago Merah

Angfier menjelaskan, untuk proses mop up sendiri dilakukan secara detail ke seluruh areal lahan yang sempat terbakar.

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/HO
Personel Manggala Agni Sibolangit melakukan mop up atau pendinginan di perbukitan yang mengalami Karhutla, di Kecamatan Merek, Kamis (5/8/2021). (TRIBUN MEDAN/HO) 

TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Setelah peristiwa Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kawasan Tongging, Kecamatan Merek, tim gabungan dari Manggala Agni Sibolangit, TNI dan Polri, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) masih melakukan mop up.

Diketahui, mop up ini merupakan langkah untuk memastikan areal yang sebelumnya terbakar sudah bebas dari api yang kemungkinan dapat kembali timbul.

Humas Manggala Agni Sibolangit Angfier Sinaga, mengungkapkan kebakaran yang terjadi sejak Senin (2/8/2021) kemarin malam itu, sudah dapat dipadamkan pada Kamis (5/8/2021) dini hari tadi.

Dirinya mengatakan, proses mop up atau sapu bersih api sendiri dilakukan mulai api berhasil padam hingga siang tadi.

"Api sudah tidak ada lagi, sudah bisa kita padamkan sampai subuh tadi. Petugas lansung melakukan mop up untuk pendinginan sehingga api sudah dipastikan tidak ada lagi," ujar Angfier.

Angfier menjelaskan, untuk proses mop up sendiri dilakukan secara detail ke seluruh areal lahan yang sempat terbakar.

Dirinya mengatakan, yang menjadi fokus pendinginan dilakukan di batang pohon yang terbakar hingga ke sela-sela ilalang yang kemungkinan api dapat kembali muncul.

"Bisa dikatakan pendinginan, sampai ke sela-sela titik yang terbakar kita semprot menggunakan air yang dicampur dengan racun api," ungkapnya.

Ketika ditanya berapa luas lahan yang terbakar, ia menjelaskan berdasarkan data yang didapat dari personel di lapangan diperkirakan luas lahan yang terbakar mencapai 48 hektare.

Karena faktor alam di mana perbukitan yang ditimbuhi ilalang ini dalam keadaan kering dan ditambah angin yang kencang, sehingga api cukup cepat meluas.

"Di sana memang kering dan angin kencang, sehingga api cepat meluas. Dan dari kemarin belum ada turun hujan, hanya mendung," ucapnya.

Lebih lanjut, Angfier menjelaskan dari peristiwa kebakaran ini api diketahui berasa dari perbukitan yang ada di Desa Tongging, Kecamatan Merek.

Karena kencangnya hembusan angin, membuat api meluas hingga ke perbukitan yang ada di wilayah Desa Sibolangit, Kecamatan Merek.

(cr4/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved