Breaking News:

Repdem Minta Pemprov Sumut Kelola Program Vaksinasi dengan Baik dan Benar

Hal ini dilandasi beberapa pengaduan masyarakat dan pengecekan langsung ke lapangan yang dilakukan langsung para aktivis Repdem.

Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/HO
WAKIL Ketua Bidang Propaganda DPD Repdem Sumatera Utara, M. Harizal. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dewan Pimpinan Daerah Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Sumatera Utara menilai, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara gagap dan terkesan hanya ingin menunjukkan kerja demi tampilan, namun gagal secara administrasi dalam melakukan vaksinasi terhadap warganya.

Hal ini dilandasi beberapa pengaduan masyarakat dan pengecekan langsung ke lapangan yang dilakukan langsung para aktivis Repdem Sumatera Utara.

"Beberapa catatan penting dari investigasi yang dilakukan para aktivis Repdem tersebut, rangking pertama adalah pengaduan masyarakat yang sudah di vaksin, namun saat mereka periksa di situs htps://pedulilindungi.id, sebagai situs resmi pemerintah tempat pusat data dan informasi terkait vaksin, ternyata mereka tidak terdaftar. Jika kami perkirakan, jumlah yang gagal administrasi ini mencapai ribuan orang," ujar Wakil Ketua Bidang Propaganda DPD Repdem Sumatera Utara, M. Harizal kepada wartawan di Medan, Kamis (5/8).

Harizal mengatakan, secara manfaat memang masyarakat sudah memperoleh vaksin. Namun secara administrasi yang kini sudah menjadi regulasi untuk beberapa keperluan, ini dinilai gagal. Belum lagi kegagalan dalam pelaksanaan vaksin yang kini menjadi persoalan yang sangat dilematis.

Menurutnya, setelah berbulan-bulan melakukan imbauan, disaat masyarakat mulai sadar pentingnya vaksin, tetapi kegagalan dalam tata kelola pelaksanaan vaksinasi itu, juga kembali menuai masalah.
Persoalan terkait ini dapat ditemukan di kerumunan di areal vaksinasi massal. Padahal, salah satu protokol kesehatan dalam menghadapi pandemi Covid-19 berbagai varian ini yang selalu digaungkan adalah menjaga jarak.

Belum lagi sydrom megalomania atau perasaan ingin tampil lebih yang kerap menjangkiti para pemangku jabatan yang cenderung berdampak pada pemaksaan kehendak, sehingga berakibat pada tujuan dari vaksinasi Covid-19 itu sendiri, tidak tercapai.

Baca juga: Bobby Nasution Paparkan Pentingnya Penggunaan Digitalisasi di Rakerda Repdem Sumut

"Menggebu-gebu melaksanakan vaksin massal ribuan orang, tetapi tidak disesuaikan dengan ketersediaan vaksin itu sendiri, sehingga banyak kami temukan masyarakat kebingungan karena telah melakukan vaksin tahap pertama. Tetapi saat vaksin kedua sesuai jadwal, vaksinnya tidak tersedia atau habis," katanya.

Karena itu Repdem Sumatera Utara mengingatkan pada Pemerintah Sumatera Utara, khususnya yang memangku kebijakan agar menata kelola program vaksinasi dengan baik dan benar. Dengan demikian, masyarakat tidak kebingungan, dan program vaksinasi berjalan dengan baik dan benar pula.

“Perlu di sebar lokasi-lokasi pelaksanaan vaksinasi ke beberapa titik, dengan jumlah tenaga medis yang cukup, serta mengatur jadwal kehadiran peserta vaksin, sehingga tidak terjadi kerumunan yang bisa mengakibatkan terjadinya klaster baru. Selain itu, perlu penyediaan tenaga administrasi yang paham mensinkronkan data yang masuk ke pusat data vaksinasi nasional sehingga, semua masyarakat yang sudah melakukan vaksin, terdata dan memperoleh sertifikat vaksin,” katanya.

DPD Repdem Sumatera Utara juga menuntut agar tes PCR, disediakan negara secara gratis.
Repdem melihat, ini menjadi celah bisnis oleh para "mafia kesehatan" karena sangat menguntungkan, namun mengabaikan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, terutama Sila ke-2 dan ke-5.

Dinas Kesehatan di tiap daerah, diminta harus memiliki peralatan laboratorium untuk uji hasil test PCR yang memadai dan jumlah yang cukup, sehingga hasil Test PCR yang dilakukan, tidak harus antri berhari-hari karena alat terbatas, sehingga pelayanan terhadap masyarakat, benar-benar maksimal dan target pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19, bisa tercapai. "Soal anggarannya dari mana, Pemprop Sumut tidak usah diajari lagi," pungkasnya. (Top/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved