Breaking News:

Sedap, Bupati dan Wakil Bupati Simalungun Dapat Rekor MURI Soal Pembangunan Jalan Swadaya Terpanjang

Bupati dan Wakil Bupati Simalungun dapat rekor Muri karena pembangunan jalan terpanjang secara swadaya

Penulis: Alija Magribi | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga dan Wakil Bupati Zonny Waldi menerima piagam penghargaan rekor Muri, Kamis (5/8/2021).(TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI) 

TRIBUN-MEDAN.COM,SIMALUNGUN-Bupati dan Wakil Bupati Simalungun, Radiapoh Hasiholan Sinaga dan Zonny Waldi meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) terkait perbaikan dan pembangunan jalan swadaya terpanjang dalam 100 hari kepemimpinan keduanya, Kamis (5/8/2021) siang.

Selama 100 hari kerja atau pascadilantik 26 April 2021, kepala daerah hasil Pilkada serentak tahun 2020 ini berhasil bersama masyarakat gotong royong membangun 317 km ruas jalan rusak di seluruh penjuru Simalungun.

Rekor tersebut begitu spesial bagi Radiapoh.

Ia sendiri merasa kaget ternyata ada perhatian kepada kepala daerah.

Baca juga: CERITA SEDIH Sanggar Simalungun Home Dancer, Tak Ada Biaya Berangkat ke Festival UNESCO di Turkey

"Saya seperti mimpi, kenapa kok bisa bisanya MURI memberikan rekor untuk Simalungun. Setelah saya telisik ternyata MURI memberikan penghargaan kepada lembaga, pribadi, atau instansi. Memang kalau nggak kita menghargai sesama kita siapa lagi. Semoga dari rekor ini bisa mengajak yang lain," ujar Radiapoh.

Radiapoh mengatakan rekor tersebut bukan kerja keras kepala daerah seorang diri. Namun ada peran para Forkopimda, pelaku usaha, dan utamanya adalah masyarakat. Kordinasi yang baik ini menciptakan Good Corporate Governance di Kabupaten Simalungun.

Pria kelahiran Tigarunggu ini mengatakan kendati Simalungun telah mendapat rekor, upaya perbaikan jalan yang lain masih terus dilakukan karena keterbatasan anggaran.

"Bahwa Marharoan Bolon ini tidak hanya akan berhenti pada saat kita menerima rekor MURI, tapi akan terus berkelanjutan karena sama sama kita mengetahui keuangan kita tidak bisa memperbaiki jalan yang ada di Simalungun ini," kata Radiapoh.

Baca juga: Sebelas Kecamatan di Simalungun Masuk Zona Merah, Angka Positif Covid-19 Kini 245 Orang

"Kita ada di situasi infrastuktur jalan rusak sepanjang 1032 km. Puji Tuhan luar biasa, berkat apresiasi masyarakat Simalungun, kita bisa melewati (memperbaiki) 317 km jalan rusak," tambahnya.

Pelaksanaan gotong royong membangun jalan dengan nama Marharoan Bolon sendiri awalnya dirasakan pesimis oleh Radiapoh.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved