Breaking News:

Warga Disabilitas di Toba Berharap Mampu Mandiri, Bukan Hanya Bergantung Bantuan Orang Lain

Yayasan Cahaya Bersama Rakyat membantu warga penyandang disabilitas untuk bisa mandiri dan hanya bergantung pada bantuan orang lain.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI
Aktivis Yayasan Cahaya Bersama Rakyat menunjukkan hasil kerajinan tangan penyandang disablitas yang menjadi dampingan. 

TRIBUN-MEDAN.com, TOBA - Yayasan Cahaya Bersama Rakyat membantu warga penyandang disabilitas untuk bisa mandiri dan hanya bergantung pada bantuan orang lain.

Keyakinan ini yang menggerakkan para disabilitas dan pemerhati disabilitas untuk membuat rumah produksi. Saat ini dua puluh orang penyandang disabilitas berkreasi menghasilkan karya di sebuah rumah milik satu dari anggota yayasan tersebut.

"Kami berharap para penyandang disabilitas di Toba ini harus bisa mandiri, makanya kita semangati melalui wadah pembuatan karya pada rumah produksi nantinya. Ini kan masih awal, kita baru saja gagas ini tahun 2019," ujar Badan Pendiri Yayasan Cahaya Bersama Rakyat Yosephine Saragih pada Kamis (5/8/2021).

Yayasan ini bergerak di berbagai sektor; kesehatan, pertanian, pemberdayaan perempuan, perlindungan terhadap kaum perempuan dan anak, serta kegiatan sosial lainnya.

Yayasan yang sudah muncul sejak tahun 1992 ini dan kemudian memulai sesuatu yang baru di tahun 2019, yaitu memberdayakanpenyandang disabilitas di Toba.

Berdasarkan pendataan Yayasan Cahaya Bersama Rakyat, sedikitnya terdapat 1.020 penyandang disabilitas di sembilan  kecamatan di Kabupaten Toba,.

"Kita kan sebelumnya sudah lakukan pendataan ke rumah-rumah di tiap kecamatan. Sejauh yang kita bisa data, dari sembilan kecamatan di Toba ini ada 1.020 orang penyandang disabilitas," tuturnya

"Itu masih sembilan kecamatan. Artinya masih banyak lagi kemungkinan yang penyandang disabilitas yang belum kita data. Ini yang mau kita bantu agar menjadi orang yang mandiri," sambungnya.

Setelah berdiri sejak tahun 2019, para penyandang disabilitas sudah menghasilkan sejumlah karya, berupa souvenir bermotif ulos.

"Kami sudah punya galeri. Di sanalah kita pamerkan apa yang menjadi hasil karya kita. Dulu, itu buat di Pasir Putih Porsea, namun karena angin kencang, tenda galeri kami jadi hancur. Nah sekarang, kami sudah minta ke Bupati Toba agar menyediakan wadah galeri untuk kita," kata Hotlan Siagian dari Yayasan Cahaya Bersama Rakyat.

Bagi mereka, perjuangan untuk mengembangkan memiliki tantangan yang amat besar, seacar khusu pengadaan alat kerajinan tangan dan pendidikan para penyandang disabilitas.

"Dari hasil pengamatan kami, para penyandang disabilitas ini kebanyakan tidak memiliki pendidikan yang memadai. Padahal, mereka punya talenta yang luar biasa. Satu semangat bagi kita, mereka juga sama seperti kita yang harus berkembang," terangnya.

Dengan demikian, kehadiran bantuan dari BUMN dalam pengadaan alat kerja mereka terima dengan baik.

"Harapan kami, para penyandang disabilitas ini mampu bersaing dan saling berbagi ilmu di antara mereka sehingga mereka menjadi pribadi yang mandiri," pungkasnya. (cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved