Pantas Ditutup Rapat, Korut di Ambang Kehancuran Akibat Covid-19, Warga Kim Jong Un Kelaparan

Penyebaran virus corona mengantar negara Komunis pimpinan Kim Jong-Un tersebut ke pintu kehancuran.

Kolase Tribun Medan/IST
Anak Korut kelaparan - Pantas Ditutup Rapat, Korut di Ambang Kehancuran Akibat Covid-19, Warga Kim Jong Un Kelaparan 

Di sisi lain, penyegelan perbatasan Korea Utara juga memperburuk ekonomi yang memang sudah hancur.

Tantang Amerika Perang

Meski jutaan warganya kelaparan, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tetap pede menantang Amerika berperang.

Anak-anak Korea Utara yang kekurangan gizi
Anak-anak Korea Utara yang kekurangan gizi (afp)

”Kalau AS mau diajak berdialog, silakan. Tetapi, saat ini kita mengutamakan konfrontasi (perang) karena program nasional Korea Utara adalah memperkuat persenjataan nuklir kita. Justru, kebijakan politik AS-lah yang agresif terhadap Korea Utara,” kata Utara Kim Jong Un dalam pleno hari ketiga Komite Sentral Partai Komunis Korea Utara, seperti dilansir dari kantor berita nasional Korea Utara, KCNA, Kamis (17/6/2021).

Kim Jong Un juga menandatangani "perintah khusus" untuk memberikan kontribusi untuk menstabilkan kehidupan masyarakat, mengatakan bahwa tujuan utama dari rapat paripurna adalah untuk mengambil langkah-langkah untuk segera menyelesaikan hal-hal mendesak yang paling memprihatinkan rakyat.

Pertemuan tersebut mengadopsi resolusi untuk memenuhi tanpa syarat rencana produksi pangan untuk tahun ini dan mendesak partai, militer dan semua orang untuk berkonsentrasi pada pertanian, kata KCNA.

KCNA mengatakan bahwa pertemuan akan berlanjut tanpa menyebutkan kapan akan berakhir.

Sebelumnya dalam pleno hari pertama Komite Sentral Partai Komunis Korea Utara, Kim Jong Un secara terbuka mengakui Korea Utara mengalami "serangkaian bencana” yang menciptakan ancaman bagi rakyat.

"Situasi pangan untuk rakyat semakin menegangkan, ketika sektor pertanian gagal memenuhi kuota produksi beras dan gandum akibat kerusakan yang dipicu bencana topan tahun lalu,” katanya seperti dilansir kantor berita KCNA.

Banjir yang diakibatkan topan pada musim panas tahun lalu merusak ribuan rumah dan jutaan hektar lahan pertanian. Pemerintah Kim Jong Un membangun ulang desa-desa yang rusak dalam tempo singkat.

Tapi kerusakan pada sektor pertanian bersifat jangka panjang.

Kim Jong Un mendorong aparat negara mengambil langkah-langkah kongkrit untuk memitigasi dampak cuaca ekstrem.

Menurutnya, menjamin ketersediaan bahan pangan adalah "prioritas utama.”

Perkembangan teranyar di Korea Utara mengingatkan pada bencana kelaparan antara 1994 dan 1998, di mana hingga 3,5 juta penduduk meninggal dunia.

Saat itu pun, kelangkaan pangan dipicu kegagalan panen akibat bencana alam banjir.

Halaman
123
Sumber: Grid.ID
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved