Breaking News:

Warga Teluk Mengkudu Geruduk Kantor Camat, Tuntut Penolakan Permohonan Pemberhentian Aparatur Desa

Dalam orasinya, warga dengan membawa spanduk bertulisan "Tanpa mediasi dengan kepala desa, ibu camat langsung menolak  permohonan pemberhentian aparat

Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/ ANIL
Puluhan Warga Desa Pasar Baru mengelar aksi di depan Kantor Camat Teluk Mengkudu tentang penolakan permohonan pemberhentian aparatur desa, Jumat (6/8/2021) 

TRIBUN-MEDAN.com, SERGAI - Puluhan warga Desa Pasar Baru, Kecamatan Teluk Mengkudu mengelar aksi di depan Kantor Camat Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Jumat(6/8/2021) sore.

Puluhan warga dalam orasinya menyampaikan tuntutan kepada Camat Teluk Mengkudu, Sri Rahayu tentang penolakan permohonan rekomendasi pemberhentian aparatur desa tanpa dilakukan mediasi terlebih dahulu kepada Kepala Desa Pasar Baru, Suriadi alias Rudi tentang usulan permohonan pemberhentian aparatur desa.

Baca juga: Update Kasus Covid-19 di Sumut Hari Ini, Tembus 2.000 Kasus Sehari, Tertinggi Selama Pandemi

"Buk camat, buk camat jumpai kami, kami ingin tahu kenapa ibu sudah memberikan surat penolakan rekomendasi tentang permohonan pemberhentian aparatur desa," teriak para warga di depan kantor Camat Teluk mengkudu.

Dalam orasinya, warga dengan membawa spanduk bertulisan "Tanpa mediasi dengan kepala desa, ibu camat langsung menolak  permohonan pemberhentian aparat desa".

Spanduk lainnya bertuliskan, "Kami menginginkan pergantian perangkat Desa Pasar Baru".

"Orasi ini terkait adanya penolakan rekomendasi pemberhentian aparatur desa. Sebabnya kenapa, karena ini tidak ada ketidaksejalanan antara perangkat desa dengan kepala desa yang baru, yaitu saya sendiri selaku kepala desa  yang baru," Ucap Kades Pasar Baru Suriadi, Jumat (6/8/2021).

Sambung Rudi, ini sudah sejak Camat Teluk Mengkudu Romian, dan saat itu Romian tidak berani dan sampai ganti camat yang baru tapi tak kunjung juga diberikan surat rekomendasi.

"Pada tanggal 27 Juli 2021, saya jumpa dan dipanggil oleh buk camat bahwasanya yang pertama ada poin poin tertentu yang harus dilalui. Bahkan buk camat bicara kepada saya, pak kades saya ditelpon bapak bupati. Bahwasanya keperluan pak kades saya akan butuhi," ujar Rudi.

Baca juga: Baim Wong Dituding Penyuka Sesama Jenis, Suami Paula Verhoeven Sempat Naik Pitam, Begini Ceritanya

"Selanjutnya, buk camat akan mengadakan mediasi antara kepala desa dengan aparatur desa. Bahwasanya yang pertama saya berikan surat konsep untuk pengunduran diri terhadap kaur desa dan aparatur desa.

Kedua, andai mereka tidak ada menandatangi surat pengunduran diri itu akan saya rekomendasi apa kepentingan pak kades untuk aparat desa," sambungnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved