Bayi Meninggal setelah Ditinggal Sendiri selama 5 Hari, Ibunya Pergi ke Konser dan Pesta Ultah

Hakim mengatakan, bayi itu telah melalui 'penderitaan yang hampir tak terbayangkan' sebelum meninggal sendirian di flat.

Tayang:
Daily Mail
Asiah, bayi berusia 20 tahun yang meninggal karena flu dan kelaparan setelah ditinggalkan ibunya selama hampir enam hari. 

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang bayi tak berdaya mati kelaparan setelah ditinggalkan sendirian oleh ibunya selama berhari-hari.

Bayi berusia 20 bulan bernama Asiah tidak lagi menangis di hari terakhir kehidupannya karena selama dua bulan terkahir telah belasan kali ditinggalkan ibunya.

Pengadilan menyimpulkan bahwa anak malang itu tahu menangis tidak akan menolongnya.

Daily Mail melaporkan Sabtu (7/8/2021), bahwa ibunya, Verphy Kudi, 19, akhirnya dijatuhi hukuman penjara selama sembilan tahun oleh hakim di Pengadilan Brighton, Inggris, Jumat kemarin.

Kudi meninggalkan bayinya dan pergi ke konser musik di London, dan bahkan seorang DJ mengumumkan hari ulang tahunnya.

Sementara itu, Asiah sendirian di flatnya di Brighton lebih dari 80 kilometer jauhnya.

Asiah secara tragis meninggal karena influenza dan kelaparan setelah ditinggalkan selama lima hari, 21 jam dan 58 menit, kata jaksa.

Ketika akhirnya kembali ke tempat tinggalnya, Kudi menelpon bantuan. Paramedis yang pertama kali datang pada peristiwa tragis yang terjadi pada 11 Desember 2019 itu, mengatakan bahwa Kudi terlihat tertekan dan putus asa. Sementara putrinya terbaring di lantai.

Konsultan dokter anak yang meninjau kasus tersebut, Dr Nicola Cleghorn, mengatakan Asiah mungkin telah mengetahui bahwa menangis minta tolong tidak ada gunanya.

Dia mengatakan inilah mengapa tetangga dan staf yang mengurus flat tidak mendengar bayi itu saat dia ditinggalkan sendirian.

Hakim mengatakan, bayi itu telah melalui 'penderitaan yang hampir tak terbayangkan' sebelum meninggal sendirian di flat.

"Dia adalah seorang anak kecil tak berdaya dan bergantung sepenuhnya pada Anda sebagai ibunya untuk membuktikan kebutuhannya," katanya pada terdakwa.

Hakim menilai Kudi telah menyalahgunakan kepercayaannya dan telah mengutamakan keinginannya untuk merayakan ulang tahunnya dibandingkan kebutuhan anaknya.

Mengenakan jaket hitam dan masker wajah, Kudi menundukkan kepalanya saat rincian hari-hari terakhir kehidupan putrinya dibacakan di ruang sidang.

Kudi meninggalkan Brighton pada 5 Desember dan pergi ke London di mana dia menghabiskan hari ulang tahunnya bersama pacarnya.

Pada tanggal 7 Desember dia menghadiri konser di Elephant and Castle dan tetap di luar sampai jam 4 pagi.

Pada 9 Desember dia pindah ke pesta ulang tahun temannya di Coventry. Setelah itu kembali ke London pada hari berikutnya dan kemudian pulang ke East Sussex pada 11 Desember.

Kudi kembali ke flat pada pukul 15.38 pada 11 Desember tetapi tidak menghubungi layanan darurat selama lebih dari dua jam.

Saat itu dia terlihat mengosongkan tas ke tempat sampah umum sebelum kembali ke flatnya.

Dia akhirnya menelepon 999 dan memberi tahu penangan panggilan setelah putrinya 'tidak bangun'.

Dia mengatakan kepada paramedis Asiah telah tidur sepanjang hari dan dia telah memberinya susu serta membiarkannya tidur.

Staf ambulans tiba di flat Kudi, dan Asiah dibawa ke Rumah Sakit Anak Royal Alexandra di kota itu. Tetapi dipastikan Asiah telah meninggal sebelum ditangani.

Peter Wilcock QC, pembela Kudi, mengatakan ini adalah 'kasus yang benar-benar tragis dan menghancurkan'.

"Dia sendiri, terdakwa, masih sangat muda dan sangat rentan," katanya.

Sebelumnya terungkap bahwa Kudi mencoba menjual tiket konser di Twitter pada hari mayat bayinya ditemukan.

Tweet lain menunjukkan dia berusaha menjadi model ritel mode Pretty Little Thing beberapa bulan setelah kematian Asiah.

Kudi adalah gadis bahagia yang tumbuh dewasa dan tawanya akan membuat ceria seluruh rumah.

Tetapi sejak usia 14 tahun, dia menarik diri dan mulai membolos dari sekolah dan menghilang dari rumah.

Layanan sosial pun menugaskan sebagai pekerja sosial dan mepindahkan ke penempatan di rumah aman di Norfolk.

Tapi ada kekhawatiran dia terlibat dalam eksploitasi seksual anak. Ia pun hamil dan pindah kembali ke Brighton.

Dia dipindahkan dengan pengasuh dan Asiah lahir pada 22 Maret 2018 dan segera ditempatkan pada rencana perlindungan anak - meskipun tidak ada pekerja sosial yang ditugaskan padanya ketika dia meninggal.

Mereka sempat tinggal bersama ibu Kudi, Asiah Batrane, tetapi tiga bulan sebelum tragedi - pada September 2019 - Kudi dan Asiah dipindahkan oleh dewan ke sebuah flat di blok perumahan terlindung untuk keluarga rentan. (dailymail)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved