Breaking News:

Gapki Sumut Berharap Harga Sawit Tembus Rp 3.000 Per Kg

harga ini disambut baik oleh para pengusaha sawit di Sumut yang sebelumnya sempat mengalami keanjlokan harga hingga berada di posisi Rp 1.700-an.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Eti Wahyuni

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Potensi harga sawit di Sumut terus meroket naik dalam dua bulan terakhir. Pada periode 4-10 Agustus 2021, Dinas Perkebunan Sumut menetapkan harga sawit sebesar Rp 2.727 per kg.

Tentunya, harga ini disambut baik oleh para pengusaha sawit di Sumut yang sebelumnya sempat mengalami keanjlokan harga hingga berada di posisi Rp1.700an per kg.

"Puji Tuhan itu naik terus dan ini harus kita syukuri," ungkap Sekretaris Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki) Sumut, Timbas Prasad Ginting, Jumat (6/8)/2021.

Walau pun harga terus mengalami kenaikan, namun Timbas juga menuturkan akan ada kekhawatiran terkait pencurian kebun yang merajalela.

"A da kekhawatiran kita dengan meningkatnya pencurian di kebun-kebun. Kalau di perusahan perkebunan itu mempersiapkan aparat untuk tingkat keamanan di dalam kebun," ujarnya.

Baca juga: GAPKI Vaksinasi 59.800 Pegawai Sentra Kelapa Sawit di Sumut

Terkait kenaikan harga ini, Timbas menuturkan bahwa penguatan harga sawit ini juga turut dipengaruhi adanya revisi pungutan ekspor untuk kelapa sawit dan turunannya pada bulan Juni

Ada pun untuk besaran pungutan ekspor (PE) untuk produk minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan turunannya dinilai lebih adil dan mengakomodasi kebutuhan untuk mendorong ekspor komoditas utama nonmigas tersebut.

Sebagaimana diketahui, eksportir harus merogoh biaya tambahan sampai US$ 399 per ton yang berasal dari akumulasi kewajiban pembayaran pungutan ekspor dan bea keluar.

Per Juni, bea keluar yang dikenakan untuk ekspor adalah US$ 183 per ton karena harga referensi telah berada pada rentang Rp 1.200 sampai US$ 1.250 per ton. Sementara untuk PE telah mencapai US$ 255 per ton karena harga CPO stabil di atas US$ 995 per ton.

"Ya harga yang meroket ini ada faktor keterkaitan dengan revisi ekspor, semoga dapat terus meningkat hingga tembus Rp 3.000 karena sejauh ini belum pernah tembus hingga Rp 3.000 per kg," pungkas Timbas.

Sumber: Tribun Medan
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved