Breaking News:

Masanya Bisnis Obat, Dokter Singapura Ini Kaya Raya saat Pandemi, Punya 60 Klinik Vaksin Covid-19

Dia adalah seorang dokter Singapura bernama Loo Choon. Bagaimana ia bisa kaya saat pandemi Covid-19? Simak berikut ini selengkapnya!

kontan.co.id
Loo Choon Yong, Executive Chairman Raffles Medical Group Ltd Singapura. 

Seperti diketahui, Singapura telah mempercepat upaya vaksinasi Covid-19, negara tersebut mengharapkan 80% populasinya diinokulasi penuh pada September tahun ini sehingga dapat melonggarkan lebih banyak pembatasan virus, termasuk mulai mengizinkan perjalanan bebas karantina.

Raffles Medical, yang mengoperasikan lebih dari 60 klinik praktik serta satu rumah sakit di seluruh negeri, mulai mengerjakan upaya tersebut pada Januari 2021.

“Fakta bahwa Raffles Medical adalah salah satu penyedia layanan kesehatan terbesar di Singapura berarti bahwa mereka dapat membantu lebih dari satu cara. Keterlibatan mereka “telah menguntungkan mereka,” kata Wee Kuang Tay, seorang analis di CGS-CIMB Securities Singapore Pte.

Loo, yang saat ini berusia 72 tahun, ikut mendirikan Raffles Medical pada tahun 1976. Dia dan temannya, Alfred Loh, awalnya membeli dua klinik dan secara bertahap membangun perusahaan tersebut.

Selain kehadirannya di Singapura, Raffles Medical memiliki tiga rumah sakit di China, yang terakhir dibuka di Shanghai pada minggu lalu, dan juga beroperasi di Jepang, Vietnam, dan Kamboja.

“Prinsipnya adalah merawat pasien dengan benar. Dengan begitu bisnis akan menjaga dirinya sendiri. Begitulah cara kami tumbuh selama bertahun-tahun,” kata Loo.

Menurut Loo, hal-hal tersebut mulai tidak terlihat begitu cerah ketika virus mulai menyebar pada tahun lalu. Bisnis reguler Raffles Medical Group menurun karena orang-orang menjauh dari klinik dan rumah sakit, dan penyedia medis hanya diizinkan untuk memberikan layanan penting.

“Selama masa pandemi Covid-19, pasien menjadi khawatir dan berusaha untuk tetap di rumah. Mereka tidak ingin pergi untuk pemeriksaan kesehatan dan menjemput Covid-19," katanya.

Sehingga perusahaan mengerahkan dokter, perawat, dan staf lainnya ke area-area seperti tes dan skrining Covid-19 di bandara.

Tay dari CGS-CIMB Securities memberikan peringatan bahwa kontribusi dari upaya Covid-19 mungkin telah mencapai puncaknya.

"Kami tidak tahu bagaimana situasinya akan berkembang. Kenaikan harga saham di masa depan mungkin bisa datang dari pembukaan kembali perbatasan yang dapat meningkatkan pariwisata, dan bahkan pengujian kedatangan penumpang di perbatasan udara kami,” katanya.

(*/ Tribun-Medan.com)

Artikel ini sudah tayang di Kontan

Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved