Breaking News:

ForABC dan Gugah Nurani Indonesia Rekomendasikan Kurikulum Darurat Selama Pandemi Covid-19

Forum Anak Bulucina (ForABC) dan Gugah Nurani Indonesia (GNI) merekomendasikan penggunaan kurikulum darurat selama pandemi Covid-19.

Editor: iin sholihin
ISTIMEWA
WEBINAR - Yayasan Gugah Nurani Indonesia (GNI) bekerja sama dengan Forum Anak Bulucina (ForABC) menggelar webinar yang bertajuk “Memprioritaskan Masa Depan dan Keselamatan Anak Menjelang PTM Terbatas di Kabupaten Deli Serdang,” Kamis (05/08/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Forum Anak Bulucina (ForABC) dan Gugah Nurani Indonesia (GNI) merekomendasikan kepada pemerintah daerah untuk menggunakan kurikulum darurat selama pandemi Covid-19.

ForABC dan GNI juga mendorong pemerintah fokus pada pemulihan kemampuan belajar ketika pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dimulai. Pemulihan dilakukan melalui diagnosis kongitif dan non-kognitif serta melakukan pembelajaran terdiferensiasi sebagi upaya untuk mencegah kehilangan kemampuan belajar siswa (learning loss) yang lebih besar.

Langkah-langkah ini tidak cukup hanya dilakukan melalui himbauan dan surat edaran, namun harus diikuti dengan pelatihan dan pendampingan secara intensif kepada guru.

Pemerintah daerah dapat berkolaborasi dengan lembaga swadaya masyarakat, lembaga anak, komunitas guru, organisasi profesi guru, universitas, serta pihak swasta untuk membantu sekolah berdaptasi dengan situasi pandemi.

”Rekomendasi ini merupakan hasil webinar bertajuk Memprioritaskan Masa Depan dan Keselamatan Anak Menjelang PTM Terbatas yang diselenggarakan Forum Anak Bulucina (ForABC) dan GNI yang dilaksanakan pada Kamis, 5 Agustus 2021 secara virtual,” terang Project Manager Yayasan Gugah Nurani Indonesia (GNI) Provinsi Sumatera Utara Anwar Situmorang kepada wartawan di Medan, Minggu (08/08/2021).

Anwar mengatakan, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang sudah berlangsung 1,5 tahun ini, tidak efektif untuk membendung laju learning loss.

Survei GNI menemukan partisipasi siswa untuk mengikuti PJJ terus menurun, sekalipun siswa itu memiliki HP android.

Pada survei September 2020, GNI menemukan dari 125 siswa yang memiliki HP android, hanya 29,60 persen yang aktif belajar setiap hari. Angka itu berkurang drastis menjadi 13 persen pada survei Februari 2021.

Bahkan 50 persen anak yang tidak belajar setiap hari, mereka absen belajar selama 14 hari setiap bulan.

“Anak-anak yang kami survei ini adalah anak-anak di Kota Medan dan Deli Serdang yang mendapat manfaat dari program GNI,” terangnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved