Breaking News:

Cerita Seleb

HEBOH Dulu Dimas Kanjeng Sosok Yang Bisa Gandakan Uang, Nasibnya Kini Memprihatinkan

Dimas Kanjeng Taat Pribadi mengenalkan diri sebagai raja baru di nusantara ini, yang penobatannya

Ist
Dimas Kanjeng Taat Pribadi saat masih memimpin padepokan dan memiliki banyak santri 

TRIBUN-MEDAN.com - Siapa yang tak kenal dengan Dimas Kanjeng Taat Pribadi.

Dimas Kanjeng Taat Pribadi mengenalkan diri sebagai raja baru di nusantara ini, yang penobatannya berlangsung meriah dengan dihadiri sejumlah raja-raja di Indonesia.

Entah dari garis keturunan raja yang mana, ia menobatkan dirinya sebagai raja di Probolinggo Jawa Timur.

Baca juga: Bayi Malang, Asiah Ditinggal Sendirian Oleh Ibunya Selama 5 Hari, Nasibnya Tragis Memilukan

Uangnya banyak, entah dari mana dikumpulkan. Rumah Kanjeng Dimas Taat Pribadi juga mewah menempati lahan seluas dua kali lapangan sepakbola.

Dimas Kanjeng Taat Pribadi saat menjalani pemeriksaan pihak kepolisian
Dimas Kanjeng Taat Pribadi saat menjalani pemeriksaan pihak kepolisian (Ist)

Anggota atau 'santri' di padepokannya juga ratusan orang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Mereka anggota atau 'santri' sudah menyetor sejumlah uang di padepokan Kanjeng Dimas Taat Pribadi untuk digandakan.

Sejumlah kasus penipuan dan pembunuhan Dimas Kanjeng Taat Pribadi telah sampai pada pembacaan vonis hakim.

Baca juga: Bacaan Zikir Pagi, UAH Ingatkan Amalan Ini Agar Mendapat Ketenangan dan Kebahagian

Dimas Kanjeng taat pribadi mendekam di Lapas Porong Sidoarjo karena empat dakwaan.

Mulai dari pembunuhan hingga penipuan penggandaan uang

Sosok Dimas Kanjeng dihukum lebih 20 tahun karena perbuataannya.

Baca juga: David NOAH Mantan Gracia Indri Terjerat Kasus Hukum, Dipolisikan Teman Sendiri

Dimas Kanjeng Taat Pribadi sudah tiga tahun lebih menjalani hukumannya.

Total hukuman penjara hasil vonis hakim, 21 tahun penjara.

Secara kumulatif, Dimas Kanjeng divonis 21 tahun penjara dalam tiga perkara yang menjeratnya.

Baca juga: Dua Hari Nikmat Malam Pertama Berujung Maut, Wanita Menjerit Kelakuan Suami Terungkap

Untuk perkara penipuan uang 10 miliar, majelis hakim memvonis nihil alias tanpa hukuman.

Penggugat dalam kasus ini adalah Hajjah Najmiyah dari Makassar Sulawesi Selatan.

Alasan majelis hakim, Undang-Undang tidak mengijinkan adanya hukuman kumulatif lebih dari 20 tahun.

Sementara itu, Dimas Kanjeng merasa bersyukur atas vonis nihil dari mejelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya.

Berikut sejumlah fakta di balik kasus Dimas Kanjeng, cek selengkapnya:

1. Kasus Penipuan Rp 10 miliar, Dimas Kanjeng divonis nihil

Dalam perkara penipuan Rp 10 miliar, Ketua Majelis Hakim Anne Rusiana menyebut, terdakwa Dimas Kanjeng secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana sesuai pasal 378 KUHP tentang Penipuan.

Vonis tersebut telah sesuai dengan dakwaan jaksa.

Namun, Hakim Anne memvonisnya dengan vonis nihil karena Dimas telah secara akumulatif menerima hukuman penjara 21 tahun.

"Tapi, sebelum perkara ini, terdakwa sudah menjalani vonis penjara untuk kasus pembunuhan selama 18 tahun penjara, dan kasus penipuan selama 3 tahun penjara. Hukuman penjara secara akumulatif menjadi 21 tahun," kata Hakim Anne, Rabu (5/12/2018).

2. Alasan hakim memberi vonis nihil kepada Dimas Kanjeng

Selain perkara penipuan Rp 10 miliar, tahun lalu, Dimas Kanjeng divonis 18 tahun penjara atas perkara pembunuhan terhadap Abdul Gani, anak buahnya, di Pengadilan Negeri Probolinggo, plus tambahan 2 tahun penjara atas perkara penipuan.

Berdasar hal tersebut, Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Surabaya, memberi vonis nihil kepada Dimas Kanjeng.

Menurut Ketua Majelis Hakim Anne, hal tersebut sesuai Undang-Undang yang melarang memberikan hukuman secara kumulatif melebihi 20 tahun.

Sementara itu, Dimas Kanjeng merasa bersyukur hakim memberi vonis nihil kepadanya.

"Alhamdulillah, kita hormati saja putusan hakim," kata Dimas Kanjeng.

Baca juga: Yuni Shara Curhat Ekonominya Lumpuh Gegara Covid-19, Diam-diam Punya Bisnis Tak Disangka

3. JPU banding atas vonis nihil dari hakim

Jaksa Penuntut Umum ( JPU), Rakhmat Hari Basuki langsung menyatakan banding atas vonis majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya terhadap perkara penipuan dengan terdakwa Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang dibacakan Rabu (5/12/2018).

"Kami pasti akan banding, karena tuntutan kami 4 tahun penjara," kata Rakhmat di Pengadilan Negeri Surabaya.

Penyidik Polda Jawa Timur telah melimpahkan berkas Taat Pribadi dalam kasus pembunuhan Abdul Ghani ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Tapi berkas kasus pencucian uang dan penipuan masih belum dilimpahkan. (Capture Youtube)
Penyidik Polda Jawa Timur telah melimpahkan berkas Taat Pribadi dalam kasus pembunuhan Abdul Ghani ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Tapi berkas kasus pencucian uang dan penipuan masih belum dilimpahkan. (Capture Youtube) (Capture Youtube)

Rakhmat menghormati putusan hakim yang mengacu pada hukum positif, yang menyebut Undang-undang secara kumulatif tidak memperbolehkan hukuman melebihi dari 20 tahun.

"Tapi kami punya pertimbangan sendiri tentang tuntutan kepada terdakwa," jelasnya. Seperti diketahui, 21 November 2018 lalu, Dimas Kanjeng Taat Pribadi dituntut jaksa 4 tahun penjara.

Dimas Kanjeng dianggap melanggar dengan Pasal 378 KUHP jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

"Akibat perbuatan terdakwa, Mohammad Ali korbannya menderita kerugian 10 miliar," kata Rakhmat.

4. Kerinduan pengikut Dimas Kanjeng

Dimas Kanjeng akhirnya hadir dalam sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (1/8/2018).

Kedatangan Dimas kanjeng disambut puluhan santri dan pengikutnya.

Tampak Dimas Kanjeng dikawal sejumlah polisi untuk masuk ruang sidang Cakra.

Para santri dan pengikut Dimas Kanjeng juga sempat membentuk pagar betis untuk mengamankan jalan Dimas Kanjeng menuju ruang sidang. Sebagian pengikut dan santri juga berupaya meraih tangan Dimas Kanjeng untuk dicium. "Bagaimana kabar yang mulia," kata seorang pengikut Dimas Kanjeng saat menyapa.

Menurut juru bicara padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, Yudha Sandi, para santri merasa kangen dengan junjungannya tersebut. "Kami ini rindu, karena sudah lama tidak melihat langsung," jelasnya.

5. Dimas Kanjeng batal unjuk kebolehan karena sakit

Dalam sidang pemeriksaan saksi pada hari Rabu (12/9/2018) lalu, salah satu pengikut Dimas Kanjeng Yudha Sansi, mengatakan, junjungannya tidak hanya mengeluarkan uang dari balik jubahnya, namun juga menu makanan seperti Rawon, Bakso, hingga Soto.

Mendengar kesaksian tersebut, ketua majelis hakim berencana akan meminta Dimas Kanjeng memperagakan keahlian tersebut dalam sidang.

Sayangnya, sidang dibatalkan karena Dimas Kanjeng saat itu sedang sakit di rumah tahanan.

"Sidang ditunda di persidangan karena terdakwa sedang sakit. Suratnya keterangan sakitnya ada," kata Rachmad Hary Basuki, Jaksa Penuntut Umum dalam perkara tersebut.

(*/Tribun-Medan.com)

Artikel ini telah tayang di Tribun-Manado.co.id

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved