Breaking News:

Anggota DPRD Fraksi Golkar Positif Pakai Narkoba, Ini Komentar Musa Rajekshah!

Ijeck mengaku masih menunggu perkembangan hasil penyelidikan aparat kepolisian. Ia tak ingin gegabah dalam menjatuhi sanksi.

Penulis: Mustaqim Indra Jaya | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Ketua Dewan Pimpinan Daerah Golkar Sumatera Utara Musa Rajekshah (dua kanan) berdiri seusai dilantik oleh Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Aziz Syamsuddin, di Hotel Adi Mulia, Medan, Jumat (20/11/2020). Musa Rajekshah dilantik menjadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah Golkar Sumatera Utara periode 2020-2025. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara, Musa Rajekshah mengaku masih menunggu hasil penyelidikan aparat kepolisian terkait kader Partai Golkar sekligus anggota DPRD Labuhanbatu Utara (Labura) diamankan dari tempat hiburan sebuah hotel di Kisaran, Kabupaten Asahan pada Sabtu (7/8/2021) dini hari.

Pria yang biasa disapa Ijeck, saat ini belum mengetahui kelanjutan status hukum dari Khoirul Anwar Panjaitan, meski hasil tes urine yang bersangkutan dinyatakan positif oleh Sat Narkoba Polres Asahan.

"Ini masih proses hukum. Kita tunggu dari kepolisian apa status dari pada yang kemarin razia PPKM di Asahan. Kita tunggu saja hasilnya dari kepolisian," kata Ijeck, Senin (9/8/2021).

Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur (Wagub) Sumut itu menegaskan, Partai Golkar tak akan tinggal diam terhadap setiap pengurus maupun kader yang melanggar hukum.

Masing-masing kader dan pengurus pastinya harus berani menerima konsekuensi atas setiap perbuatan yang dilakukan.

"Yang pastinya kalau kita dari Partai Golkar, siapa pun itu kalau dia memang menyalahi aturan dan melanggar hukum dan sudah dispastikan, secara keputusan oleh aparat penegak hukum bersalah. Ya harus mengikuti dan bertanggung jawab," tegasnya.

Terkait sanksi, Ijeck mengaku masih menunggu perkembangan hasil penyelidikan aparat kepolisian. Ia tak ingin gegabah dalam menjatuhi sanksi.

"Di internal kita ada sanksi-sanksi. Nanti kita lihat dulu kesalahannya. Kan belum nampak apa. Setelah nanti kesalahan terlibat apa baru kita lihat," ucapnya.

Pihaknya pun, belum akan membentuk tim hukum, terhadap kasus yang menimpa Khoirul Anwar Panjaitan. Tetap menunggu perkembangan dari kepolisian.

"Nanti kita lihat dulu saja. Kan saya tak mau gegabah. Kalau dia besalah, tapi kita tetap namanya anggota pasti tetap apa yang memang haknya kalau tak bersalah akan kita bantu untuk penegakkan hukum yang sebenarnya," pungkasnya.

Lima orang anggota DPRD Labuhanbatu Utara (Labura) ditangkap Polres Asahan pada Sabtu (7/8/2021) dini hari lalu, lantaran hasil tes urine mereka positif narkotika. Mereka diciduk saat dugem di salah satu hotel di Kota Kisaran, Kabupaten Asahan.

Adapun identitas lima anggota DPRD Labura yang tertangkap yakni, Jainal Samosir (Ketua Fraksi Hanura), M Ali Borkat Sinaga (Ketua DPC PPP Labura), Khoirul Anwar Panjaitan (Anggota DPRD dari Partai Golkar), Giat Kurniawan (Anggota DPRD dari PAN) dan Pebrianto Gultom (Anggota DPRD dari Partai Hanura). (ind/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved