Breaking News:

Kasus PHK Karyawan di PT Sari Makmur Tunggal Mandiri, Disnaker Sumut akan Mediasi

Disnaker Sumut akan berupaya memediasi dugaan pemecatan sepihak yang dilakukan perusahaan kepada para karyawannya sesuai tuntutan massa.

Penulis: Mustaqim Indra Jaya | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/KRISTEN EDI SIDAURUK
MANTAN karyawan PT Sari Makmur Tunggal Mandiri melakukan orasi di depan kantor Disnaker Sumut, Senin (9/8/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sejumlah karyawan yang mendapat pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak dari manajemen PT Sari Makmur Tunggal Mandiri pada Senin (9/8/2021) menggelar aksi unjuk rasa ke kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sumut, Jalan Asrama Medan.

Pasca-unjuk rasa itu, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sumut akan berupaya memediasi dugaan pemecatan sepihak yang dilakukan perusahaan kepada para karyawannya sesuai tuntutan massa. Harapannya dalam mediasi itu, nantinya bisa menghasilkan solusi terbaik bagi kedua belah pihak.

"Kita sikapi dengan mediasi dulu," kata Kepala Disnaker Sumut, Baharuddin Siagian, Rabu (11/8).

Menurut Bahar, mediasi akan dilakukan oleh mediator yang berasal dari bidang terkait di Disnaker Sumut. "Sudah dijadwalkan oleh mediator," sebutnya.

Bahar pun tak menampik dampak pandemi Covid-19, banyak karyawan yang terkena PHK oleh perusahan. Namun, ia tidak mengetahui jumlah pastinya. Ia mengaku akan terlebih dahulu melihat data terbaru dari bidang terkait di Disnaker Sumut. "Nanti saya cek lagi datanya biar nggak salah," ujarnya.

Sementara, sejumlah karyawan PT Sari Makmur Tunggal Mandiri yang berunjuk rasa di depan kantor Disnaker Sumut, Jalan Asrama Medan menuntut agar laporan mereka soal pemecatan sepihak segera ditindaklanjuti. Massa menilai Disnaker Sumut lamban menangani laporan mereka.

Baca juga: Korban PHK Mengadu ke Disnaker Sumut: Saya Sudah Tua, Kemana Lagi Mencari Kerja?

Diketahui PT Sari Makmur Tunggal Mandiri melakukan  pemecatan hubungan kerja (PHK) sebanyak 119 orang pada tanggal 21 Juli 2021 lalu. Pemecatan sepihak ini tanpa diberikan pesangon.

Perusahaan ekspor kopi yang beralamat di Jalan Kompos No.110-A, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang itu menerangkan dalam surat pemecatan bahwa karyawan tidak memenuhi target produksi.

Sementara dari pengakuan karyawan, mereka telah bekerja selama berpuluh tahun di tempat itu dan tidak pernah ada surat peringatan dari perusahaan.

Baca juga: POPULER TRIBUN-MEDAN.com: Gempa di Tarutung Tadi Malam| Kapolri Larang Polisi Selfie Gaya di Medsos

Seorang karyawan PT Sari Makmur Tunggal Mandiri yang ikut aksi mengaku kesal karena perusahaan tempatnya bekerja melakukan pemecatan sepihak tanpa adanya surat peringatan terlebih dahulu. "Seharusnya di masa Covid ini, tenaga kerja dilindungi, paling tidak dirumahkan. Janganlah di PHK. Kemana lagi tenaga kerja ini mencari kerja. Sudah tua ini, sudah 20 tahun  bekerja sebagai penopang rumah tangga," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved