Breaking News:

Omset Penjual Bendera di Kabanjahe Turun 50 Persen

Penurunan omset penjualan bendera mulai dirasakan sejak dua tahun terakhir.

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/Muhammad Nasrul
PEDAGANG bendera musiman di kawasan Jalan Veteran, Kabanjahe, merapikan barang dagangannya, Rabu (11/8/2021). Dampak pandemi, pedagang mengaku omset penjualan bendera menurun drastis. 

TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Pandemi Covid-19 berdampak pada hampir semua sektor kehidupan masyarakat. Salah satunya sektor perekonomian. Dampak ini dirasakan penjual bendera menjelang hari kemerdekaan Indonesia yang diperingati setiap tanggal 17 Agustus. Dari para penjual bendera musiman ini, mengaku jika akibat dari pandemi ini omset dagangan tahunan ini cukup menurun drastis.

Seorang pedagang bendera yang ditemui di kawasan Jalan Veteran Kabanjahe Sumartika, mengungkapkan penurunan omset penjualan benderanya mulai dirasakan sejak dua tahun terakhir. Dirinya mengaku, meskipun saat ini masih ada masyarakat yang membeli bendera dagangannya namun jumlahnya sudah tidak sebanyak dulu.

"Ya terasa kali lah turunnya omset kita," ujar Sumartika, Rabu (11/8/2021).Dirinya mengungkapkan, sebelum pandemi dirinya bisa meraup omset Rp 30 juta hingga Rp 40 juta di masa jualan selama kurang lebih satu bulan. Namun, semenjak pandemi, dirinya paling besar hanya dapat meraup omset maksimal 15 juta rupiah.

"Itu bukan untungnya saja ya, tapi sama modalnya juga. Jadi ya lumayan terasa setengah atau 50 persen dari biasanya omset kita turun," katanya.

Baca juga: Dampak Pandemi, Omset Penjual Bendera Musiman di Kabanjahe Menurun

Perempuan  yang sudah kurang lebih 11 tahun berjualan musiman ini mengaku, dirinya mulai berjualan sejak akhir bulan Juli hingga akhir bulan Agustus. Dikatakannya, untuk penjualan yang paling banyak biasanya bendera untuk dipasang di gedung hingga ukuran kecil yang dipasang di kendaraan.

"Paling yang lumayan dari penjualan bendera yang besar. Kalau untuk kendaraan harganya mulai lima ribu rupiah, tapi untuk yang dipasang di rumah itu maksimal 60 ribu yang ukuran paling besar," ungkapnya.

Di tempat terpisah, pedagang lainnya N Ginting juga mengungkapkan hal yang sama dengan Sumartika. Dikatakannya, untuk penjualan dalam dua tahun ini memang cukup terasa sepi sehingga membuat omset menjadi menurun.

"Jauhlah dari sebelumnya," ucapnya.

Dirinya mengatakan, biasanya pembeli sudah mulai ramai sejak awal bulan Agustus hingga menjelang tanggal 17 Agustus. Namun, saat ini hingga sepekan sebelum perayaan kemerdekaan Indonesia, pembeli tergolong masih cukup sepi. (cr4/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved