Breaking News:

Pedagang Keluhkan Penyekatan Total di Karya Wisata Medan

Seorang pedagang Doel Burger dan Kebab, Alex mengatakan, dagangannya belum ada laku satu pun mulai dari sore hari tadi.

Penulis: Almazmur Siahaan | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/ ALMAZMUR
PENYEKATAN - Suasana penyekatan jalan di Jl. Karya Wisata, Kelurahan Pangkalan Mansyur, Kecamatan Medan Johor, Rabu (11/8). Sejumlah pedangan mengeluhkan penyekatan jalan yang dilakukan secara total di Jalan Karya Wisata tepatnya di depan Rumah Makan Bukit Tinggi karena mengakibatkan turunnya pendapatan para pedagang. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sejumlah pedagang di Jalan Karya Wisata, Kelurahan Pangkalan Mansyur, Kecamatan Medan Johor mengeluhkan penyekatan jalan yang dilakukan secara total di Jalan Karya Wisata tepatnya di depan Rumah Makan Bukit Tinggi, Rabu (11/8/2021).

Seorang pedagang Doel Burger dan Kebab, Alex mengatakan, dagangannya belum ada laku satu pun mulai dari sore hari tadi.

"Dari tadi sore buka enggak ada yang laku satu pun. Biasanya pasti ada saja yang membeli, karena jalan ini selalu ramai," ujar Alex.

Bahkan, pemesanan lewat aplikasi Grab dan Gojek pun belum ada sama sekali.

Dikatakannya, selama setahun ia jualan di lokasi tersebut sebelum dilakukannya penyekatan jalan, daya beli masyarakat cukup tinggi. "Sebelum dilakukan penyekatan, tinggi daya beli masyarakat, enggak kayak sekarang ini," katanya.

Alex pun merasa bingung terhadap keadaan tersebut, karena tidak bisa berbuat banyak."Saya pun bingung karena enggak bisa berbuat banyak juga, karena memang sudah aturan pemerintah," katanya.

Baca juga: Penyekatan Total di Jalan Kapiten Purba Medan, Camat : Selain Warga Simalingkar Tidak Boleh Masuk

Pedagang lainnya, Viki, pedagang Sate Jo Andah yang sudah dua tahun berdagang di lokasi tersebut mengatakan, daya beli masyarakat sejak diberlakukannya penyekatan jalan dari tadi pagi menurun sekitar 50 persen. "Beginilah, sepi. Sebelumnya lumayan ramai. Seperti ini baru 11 porsi yang laku, biasanya sampai jam segini sekitar 30an porsi, berkurang sekitar 50 persen lah," ujar Viki.

"Enggak cocok dibuat disitu penyekatan, karena berpengaruh besar untuk penjualan pedagang di sini," tambahnya.

Viki pun berharap semoga penyekatan cepat selesai agar setidaknya pendapatan para pedagang di masa PPKM tidak menurun drastis.

"Harapannya kalau bisa dibuka cepat-cepat, jangan lama-lama penyekatannya. Sudah PPKM gini maunya jangan dipersulit lagi kan," harapnya

Pantauan Tribun-Medan, sejumlah usaha milik pedagang lainnya juga terlihat sepi. Jalanan yang biasanya terlihat ramai mobilitas warga juga hari ini terlihat sangat berkurang. (cr17/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved