Breaking News:

Pemkab Deliserdang Wacanakan Penambahan Tenaga Kesehatan

Pemkab mewacanakan penambahan nakes ini karena belum semua rumah sakit juga ikut penananganan Covid.

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Tribun Medan/Indra Gunawan
ILUSTRASI RSUD Deliserdang sebagain salah satu rujukan pasien Covid-19 di Kabupaten Deliserdang. 

TRIBUN-MEDAN.om, LUBUKPAKAM - Pemkab Deliserdang mewacanakan untuk melakukan penambahan tenaga kesehatan (Nakes) /relawan yang akan menangani pasien Covid-19. Hal ini mengingat jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Deliserdang terus mengalami peningkatan. Selain itu banyak nakes khususnya di RSUD yang juga ikut terpapar dan harus menjalani perawatan.

"Ada wacana mau ditambah, tapi memang masih terus dikaji ini. Dengan risiko yang begitu (membahayakan) kan harus kita pikirkan juga soal honornya. Bukan hanya di rumah sakit kita saja (RSUD) yang di Puskesmas juga ada yang terpapar," ucap Kadis Kesehatan Deliserdang, dr Ade Budi Krista, Rabu (11/8/2021).

dr Ade menjelaskan, Pemkab mewacanakan penambahan nakes ini karena belum semua rumah sakit juga ikut penananganan Covid dan masih dalam tahap proses. Selain itu kondisi ketersediaan tempat tidur atau yang lebih dikenal dengan istilah Bed Occupancy Rate (BOR) juga sempat 82 persen. Sesuai rekomendasi World Health Organization (WHO) , BOR di atas 80 persen dianggap berbahaya.

"Dianggap berbahaya karena bisa membuat colaps sistem pelayanan kesehatan. Colaps itu yang sempat terjadi di India karena orang-orang bukan lagi diinfus di tempat tidur. Kalau kita belum terjadi seperti itu walaupun kita harus mengantisipasinya. Kalau hari ini BOR kita sudah turun diangka 75 persen per 10 Agustus," kata Ade.

Ditambahkannya pada saat ini pelayanan kesehatan di Deliserdang masih dapat ditangani dan masih terkendali. Kondisi akan bisa lebih baik lagi kalau semua rumah sakit juga sudah ikut dalam penanganan Covid-19. Untuk di Deliserdang ada lima rumah sakit yang dalam proses dan sedang persiapan untuk ikut penanganan Covid.

" Kalau semua rumah sakit sudah ikut BOR, kita aman. Kalau nanti benar-benar dibutuhkan nanti RSUD Deliserdang akan mohon ke Pemkab seperti Pemprov yang memang sedang merekrut relawan. Seandainya nanti diatas 85 persen atau lebih kita juga bisa buka lagi RPS (Rumah Persinggahan Sosial) untuk jadi rumah sakit lapangan," kata dr Ade.

Sejauh ini, lanjut dr Ade, RPS yang berada di kawasan Kecamatan Beringin belum ada niat untuk dibuka kembali untuk dijadikan rumah sakit lapangan. Sebelumnya sempat ditinjau kembali setelah ditutup oleh pihak RSUD bersama pihak Kodim. Ada wacana yang diterima Pemkab akan ada bantuan dari Panglima untuk penambahan sarana penunjang.

Sesuai data yang dihimpun hingga 10 Agustus, kasus positif di Deliserdang sudah mencapai 11.415. Angka kematian terus mengalami penambahan dan sudah mencapai 572 orang. Sementara untuk angka kesembuhan ada 8985 orang.

Baca juga: Antrean Warga yang Ingin Test PCR di RSUD Deliserdang Mengular

Sementara itu, pihak RSUD Deliserdang mengaku masih mampu melayani pasien Covid-19. Meski pasien yang datang silih berganti namun belum ada diusulkan untuk penambahan tenaga kesehatan. " Ya semaksimal mungkin dan dimaksimalkan lah yang ada. Ada juga memang yang terpapar dan ini masih kita data. Selain ada yang dirawat di rumah sakit kita aja juga yang isolasi di gedung Cadika," kata Kasubag Humas dan Hukum RSUD Deliserdang, Sri Rezeki.

“Meski diakui lebih dari 10 orang yang terpapar dalam sebulan ini namun manajemen masih bisa mengatur supaya pelayanan bisa terus berjalan dengan sebaik mungkin,”  lanjutnya.(dra/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved