Breaking News:

LPPM USU Berdayakan Keluarga ASIX (ASI Eksklusif) Tingkatkan Keberhasilan Menyusui di Masa Pandemi

Masa pandemi yang masih berlangsung ternyata tidak hanya berdampak pada kesehatan tetapi juga pada keuangan keluarga.

Editor: Ismail
Dok. Tim LLPM USU
Tim LLPM USU dan peserta dalam kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat di Desa Sidomulyo, Kec. Biru-biru 

TRIBUNMEDAN.ID, MEDAN - Masa pandemi yang masih berlangsung ternyata tidak hanya berdampak pada kesehatan tetapi juga pada keuangan keluarga.

Pemberian ASI merupakan pilihan terbaik dan menjadi faktor penting bagi pertumbuhan bayi dan anak. Karena dengan pemberian ASI berpotensi membuat keluarga lebih sejahtera melalui penghematan.

Keluarga yang tidak memberikan ASI harus menghabiskan sekitar 13,7% pendapatannya untuk membeli produk pengganti susu atau susu formula.

Namun WHO menyebutkan bahwa di Indonesia hanya 1 dari 2 anak berusia 6 bulan yang mendapat ASI Eksklusif, dan hanya lebih dari 5 persen anak yang masih mendapat ASI sampai usia 23 bulan. Artinya, hampir setengah dari seluruh anak Indonesia tidak menerima gizi yang mereka butuhkan selama dua tahun pertama kehidupan.

Beberapa penyebab kegagalan ASI Eksklusif diantaranya adalah ibu menyusui sering dihadapkan pada permasalahan merasa ASI tidak cukup, anggapan bahwa susu formula lebih baik dari ASI sehingga bayi diperkenalkan terlalu dini pada makanan pendamping ASI dan kurangnya dukungan dari keluarga terutama suami untuk menyusui eksklusif.

Negin et al (2016) dan Schmied, V. et al (2020) dalam penelitiannya menunjukkan bahwa dukungan keluarga merupakan faktor dominan yang mempengaruhi pemberian ASI Eksklusif. Secara tradisional, suami, ibu dan ibu mertua sangat berpengaruh terhadap keputusan menyusui. Anggota keluarga merupakan kunci tradisi menyusui yang kuat dan merupakan sumber informasi penting.

Pada kenyataannya keterlibatan keluarga dalam mendukung keberhasilan pemberian ASI Eksklusif masih kurang. Kurangnya pengetahuan dan keterampilan menyulitkan ibu, ibu mertua atau suami untuk memberikan informasi atau tradisi menyusui yang memberi dampak positif bagi ibu menyusui.

Melihat pentingnya dukungan keluarga sebagai orang terdekat ibu dalam upaya meningkatkan keberhasilan menyusui, Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Sumatera Utara  (LPPM USU)  bersama Tim dosen dari Fakultas Keperawatan USU yang diketuai oleh Evi Indriani Br Karo, SST, M.Keb didampingi oleh Diah Lestari Nasution, SST, M.Keb dan Febrina Oktavinola Kaban, SST, M.Keb dan mahasiswa mengajak Keluarga ASIX (ASI Eksklusif) ikut berperan serta aktif memberikan dukungan kepada ibu agar berhasil menyusui secara optimal.

Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Sidomulyo, Kecamatan Biru-biru, Kabupaten Deli Serdang, diawali pada tanggal 8 Juli 2021 dan dilanjutkan di awal bulan Agustus bersamaan dengan Peringatan Hari Pekan ASI Sedunia. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga ASI Eksklusif dalam mendukung keberhasilan menyusui dengan memberikan edukasi dan pelatihan pijat Oksitosin.

Pada tahap awal kegiatan, Tim pengabdian menghimbau semua peserta untuk tetap menerapkan Protokoler Kesehatan dengan mencuci tangan, mengukur suhu peserta dan keluarga, memberikan masker dan menjaga jarak. Selanjutnya peserta dipersilahkan menimbang berat badan bayi dan mengisi kuesioner yang telah disiapkan oleh tim pengabdian.

Kepala Desa Sidomulyo, Bapak Masnun Hadi yang berkesempatan hadir membuka acara ini sangat mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh LPPM USU dan berharap bisa dilakukan secara berkesinambungan. Dalam sambutannya beliau juga kembali mengingatkan dan mengajak keluarga untuk mendukung ibu menyusui tetap memberikan ASI secara optimal dengan menerapkan materi dan pelatihan yang akan  disampaikan oleh Tim pengabdian.

Adapun materi Iptek yang disampaikan Tim pengabdian pada kegiatan ini adalah edukasi ASI eksklusif dan peran keluarga ASIX (ASI Eksklusif) meningkatkan keberhasilan menyusui, Pijat Oksitosin serta Pijat Laktasi. Penyampaian materi diakhiri dengan sesi tanya jawab dan sharing.

Para peserta juga sangat senang dan menilai kegiatan yang dilakukan oleh LPPM USU sangat bermanfaat, karena mendapatkan banyak keuntungan sekaligus yaitu ibu dan keluarga meningkat pengetahuannya tentang pentingnya ASI, keluarga juga dapat lebih berperan serta mendukung ibu berhasil menyusui dan terampil melakukan pijat oksitosin untuk memperlancar produksi ASI, serta bayi juga terpenuhi kebutuhan gizi untuk pertumbuhan dan perkembangannya secara optimal.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved