Breaking News:

Akibat Curah Hujan Tinggi, PVMBG Catat Terjadi Satu Kali Aktivitas Laharan dari Gunung Sinabung

Berdasarkan keterangan dari petugas pengamat Gunung Sinabung Armen Putra, pihaknya mencatat aktivitas laharan ini terjadi sekira pukul 00.30 WIB dini

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/MUHAMMAD NASRUL
Pengendara melintas di jembatan sungai aliran lahar dingin, di Desa Sukatendel, Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo, Jumat (13/8/2021). Dampak guyuran hujan, terjadi banjir lahar dingin yang sempat menutupi jembatan tersebut Jumat (13/8/2021) dini hari. 

TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Sebagian besar wilayah Kabupaten Karo, diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga deras pada Kamis (12/8/2021) petang hingga Jumat (13/8/2021) dini hari.

Akibat dari tingginya curah hujan ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Sinabung, mencatat adanya aktivitas laharan di sungai yang berhulu di kaki Gunung Sinabung.

Berdasarkan keterangan dari petugas pengamat Gunung Sinabung Armen Putra, pihaknya mencatat aktivitas laharan ini terjadi sekira pukul 00.30 WIB dini hari tadi.

Dirinya mengatakan, pada aktivitas laharan ini terekam di alat pendeteksi getaran atau seismogram dengan amplitudo maksimum 79 mm.

Dengan durasi kurang lebih selama 5487 detik.

"Memang tadi malam hujan turun cukup deras di sekitar lereng Sinabung, dan memang terjadi laharan di sekitar Timur dan Barat Gunung Sinabung," ujar Armen, saat ditemui di pos PGA Sinabung, Jalan Kiras Bangun, Simpangempat, Jumat (13/8/2021).

Baca juga: BURSA TRANSFER - Tetap Ngotot, Man City Beri Tawaran Kedua untuk Harry Kane Senilai Rp2,5 Triliun

Armen menjelaskan, mengingat material di sekitar Gunung Sinabung masih cukup banyak, sehingga ketika terjadi hujan deras di sekitar gunung sangat berpotensi untuk terjadinya aktivitas laharan.

Dirinya mengatakan, hingga saat ini untuk potensi banjir lahar dingin masih cukup besar terlebih jika kondisi curah hujan tinggi.

"Jika curah hujan tinggi di sekitar lereng gunung, potensi untuk kembali terjadi laharan masih bisa terjadi sewaktu-waktu," ucapnya.

Dirinya mengungkapkan, hingga saat ini memang pihaknya melihat aktivitas Gunung Sinabung masih terus fluktuatif.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved