Breaking News:

Akibat Sistem Daring Selama Pandemi Covid-19, Jumlah Anak Terlantar di Medan Meningkat

Jumlah anak terlantar untuk tahun 2021 ini terhitung hingga bulan Juni sebanyak 95 orang dan tahun 2020 terhitung sampai bulan Desember 127 orang.

Penulis: Almazmur Siahaan | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Tribun Medan/Liska Rahayu
SEJUMLAH jalanan menumpang tidur di emperan toko retail di Jalan AR. Hakim, Medan, beberapa waktu lalu. Sebagian diantara mereka berasal dari Siantar dan memutuskan ke Medan dan memiliki keluarga yang tidak lengkap. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dinas Sosial Kota Medan mencatat, selama pandemi Covid-19 jumlah anak terlantar di Kota Medan mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan sebelum pandemi.

Kepala Bidang Rehabilitasi Dinas Sosial Kota Medan, Fahrul Rozi Pane menjelaskan, dari hasil pendataan yang sudah dilakukan di Dinas Sosial Medan, jumlah anak terlantar untuk tahun 2021 ini terhitung hingga bulan Juni sebanyak 95 orang dan tahun 2020 terhitung sampai bulan Desember yaitu sebanyak 127 orang.

"Sementara, sebelum pandemi jumlah anak terlantar di Medan tidak sampai 100 orang. Seperti tahun 2017 terhitung hingga bulan Desember jumlahnya hanya 41 orang, tahun 2018 sebanyak 36 orang dan tahun 2019 sebanyak 83 orang," ujar Fahrul, Jumat (13/8/2021).

Dikatakannya, penyebab meningkatnya jumlah anak terlantar tersebut disebabkan sekolah daring, sehingga lebih banyak waktu luang untuk mencari uang tambahan di luar. "Penyebab meningkatnya anak-anak yang terlantar karena anak-anak ini kan tidak di sekolah, jadi karena sistem daring sehingga mereka banyak waktu untuk mencari uang tambahan di jalanan, begitu alasan dari mereka.  Sebagian mereka juga beralasan ingin membantu orang tua. Tapi itu tidak menjadi alasan menurut saya, karena pemerintah kan sudah memberikan bantuan sesuai prosedur," jelasnya.

Fahrul menambahkan, kebanyakan anak-anak tersebut bukan warga asli Kota Medan, melainkan warga di luar dari kota Medan.

"Itu kebanyakan bukan warga asli Medan, kebanyakan dari Deli Serdang, Karo, Lubuk Pakam, Binjai. Mungkin karena Medan sebagai ibu kota provinsi Sumatra Utara, jadi menurut mereka lebih menjanjikan kalau mencari uang di sini," katanya.

Dikatakannya, Dinas Sosial Kota Medan akan melakukan rehabilitasi terhadap anak-anak yang tidak memiliki keluarga lagi. Dan mengembalikan anak terlantar yang masih mempunyai keluarga dekat. “Yang tidak ada keluarganya kita masukkan ke panti asuhan," katanya.

Baca juga: Viral Kisah Anak Orang Kaya dan Anak Jalanan, Berawal dari Lap Kaca Mobil: Bahagia Diberi Mainan

Namun, permasalahannya sering sekali anak-anak tersebut mengaku tidak memiliki keluarga lagi. "Kebanyakan dari mereka mengaku tidak punya keluarga, tapi ketika kita mau kita bawa ke panti mereka tidak mau. Tapi memang kebanyakan masih ada keluarganya. Biasanya keluarganya kita panggil ke Dinsos. Kami juga mengedukasi keluarganya, jangan sampai kejadian yang sama terulang lagi dan anaknya diterlantarkan lagi," jelas Fahrul.

Panti Asuhan Kelebihan Kapasitas

KEPALA Bidang Rehabilitasi Dinas Sosial Kota Medan, Fahrul Rozi Pane mengatakan, permasalahan lainnya yang dihadapi saat ini beberapa panti asuhan di provinsi Sumatra Utara sudah melebihi kapasitas.

"Makanya tetap kita usahakan kembalikan ke keluarganya, terkadang juga kan ada keluarga seperti tantenya, neneknya, sepupunya, kakaknya. Prinsip kita jalan terbaik untuk membina anak adalah keluarga," pungkasnya.

Fahrul berharap, sesuai peraturan pemerintah orangtua sebaiknya tidak mengeksploitasi anak untuk mendapatkan suatu keuntungan.

"Kita berharap orang tua jangan lagi mengeksploitasi anak untuk mendapatkan keuntungan. Karena pemerintah melarang dan itu juga nanti bisa merusak masa depan anak. Kalau sudah di luar kita kan tidak tahu dia bergaul sama siapa saja," ujarnya.

Fahrul menambahkan, mayoritas anak terlantar yang didapatkan Dinas Sosial Kota Medan merupakan anak usia Sekolah Dasar. (cr17/tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved