Breaking News:

Lihat Ketersediaan Tempat Tidur Pasien Covid-19, Gubernur Sarankan Optimalkan Aplikasi Siranap

Saat ini sudah ada 28 rumah sakit di Sumut yang tingkat ketersediaan tempat tidurnya dapat diakses melalui aplikasi Siranap.

Penulis: Mustaqim Indra Jaya | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/HO
GUBERNUR Sumut Edy Rahmayadi saat diwawancarai di Rumah Dinas Gubernur, Jalan Sudirman Medan, Jumat (13/8/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tingkat keterisian bed occupancy rate (BOR) rawat inap maupun ICU di rumah sakit yang menangani pasien Covid-19 saat ini masih tinggi. Sehingga banyak pasien Covid-19 yang ingin mendapatkan perawatan intensif, kesulitan untuk menemukan rumah sakit yang memiliki ruangan kosong, karena ketiadaan informasi.

Untuk itu, Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi pun menyarankan, agar pasien Covid-19 melakukan pencarian ketersediaan tempat tidur di rumah sakit dengan mengoptimalkan aplikasi Siranap (Sistem Informasi Rawat Inap).

"Sinkronisasi berita kepada rakyat kita saat ini soal kondisi BOR, tempat tidur. Tetapi tidak ada kontak antara rakyat yang sedang sakit dengan rumah sakit. Sehingga dia mutar-mutar ke rumah sakit A, B atau C. Padahal di dalam ambulans itu pasien," jelas Edy, di Rumah Dinas Gubernur, Jalan Sudirman Medan, Jumat (13/8/2021).

Terkait hal itu, tugas Satgas Penanganan Covid-19 Sumut adalah terus berkoordinasi dengan rumah sakit-rumah sakit yang menyediakan ruangan rawat inap maupun ICU bagi pasien Covid-19 yang ada di Sumut

Sehingga data kondisi keterisiannya tempat tidur di setiap rumah sakit bisa diupdate ke dalam aplikasi Siranap dan kemudian dapat diakses oleh para pasien Covid-19 yang ingin mendapat perawatan.

"Untuk itu Satgas yang sebagai pengendali, baik rumah sakit itu sendiri, maupun saudara-saudara kita yang sakit," ucap mantan Pangdam I/Bukit Barisan itu.

Baca juga: Kabar dari Amanda Manopo, Ayah dan Ibunya Dilarikan ke ICU RS Covid-19, Sempat Terucap Kerinduan

Sementara Kepala Dinas (Kadis) Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut, Irman Oemar menyebutkan, saat ini sudah ada 28 rumah sakit di Sumut yang tingkat ketersediaan tempat tidurnya dapat diakses melalui aplikasi Siranap.

"Jadi membuka aplikasi tersebut, kita mengetahui bagaimana kondisi rawat inap, ICU rumah sakit yang ada di situ. Itu lah yang dikoordinasikan gubernur selaku Kasatgas Covid-19 Sumut. Sehingga Satgas dan rumah sakit bisa saling berkoordinasi," ujar Irman.

Evaluasi Penanganan Covid-19

USAI rapat dengan sejumlah rumah sakit dan Satgas Covid-19 di Sumut, Gubernur Edy Rahmayadi pun menjelaskan coba mengevaluasi penanganan Covid-19.

Mulai dari menyosialisasikan kepada masyarakat agar selalu patuh terhadap protokol kesehatan, cara tim medis menangani pasien Covid-19 hingga mengajak masyarakat untuk mulai mengkonsumsi obat-obatan herbal yang bisa meningkatkan imun.

"Bagaiamana caranya jangan Covid yang atur kita, kita yang atur Covid. Bagaiamana caranya rakyat ini bisa yakin prokes. Pemerintah apa yang bisa dibuat, bahwa rumah sakit selain merawat secara medis juga menangani secara psikologis seperti dr Fransiscus Ginting, sama dokter Nita. Mencari sosok seperti mereka, karena pasien ditangani mereka rata-rata sembuh," jelas Edy, Jumat (13/8).

"Minuman dibikin jamu-jamuan herbal. Kalau di provinsi lain sudah dibuat dan dibagikan ke rakyat. Meski katanya itu belum ampuh dan hanya sugesti, sugesti pun jadi lah. Karena badan segar, jadi memotivasi orang untuk sembuh. Tapi penanganan medis tetap jalan," pungkasnya. (ind/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved