News Video

PVMBG Catat Terjadi Satu Kali Aktivitas Laharan dari Sinabung Saat Curah Hujan Tinggi

Armen menjelaskan, mengingat material di sekitar Gunung Sinabung masih cukup banyak, sehingga ketika terjadi hujan deras di sekitar gunung sangat

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: heryanto

PVMBG Catat Terjadi Satu Kali Aktivitas Laharan dari Sinabung Saat Curah Hujan Tinggi

TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Sebagian besar wilayah Kabupaten Karo, diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga deras pada Kamis (12/8/2021) petang hingga Jumat (13/8/2021) dini hari. Akibat dari tingginya curah hujan ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Sinabung, mencatat adanya aktivitas laharan di sungai yang berhulu di kaki Gunung Sinabung.

Berdasarkan keterangan dari petugas pengamat Gunung Sinabung Armen Putra, pihaknya mencatat aktivitas laharan ini terjadi sekira pukul 00.30 WIB dini hari tadi. Dirinya mengatakan, pada aktivitas laharan ini terekam di alat pendeteksi getaran atau seismogram dengan amplitudo maksimum 79 mm. Dengan durasi kurang lebih selama 5487 detik.

"Memang tadi malam hujan turun cukup deras di sekitar lereng Sinabung, dan memang terjadi laharan di sekitar Timur dan Barat Gunung Sinabung," ujar Armen, saat ditemui di pos PGA Sinabung, Jalan Kiras Bangun, Simpangempat, Jumat (13/8/2021).

Armen menjelaskan, mengingat material di sekitar Gunung Sinabung masih cukup banyak, sehingga ketika terjadi hujan deras di sekitar gunung sangat berpotensi untuk terjadinya aktivitas laharan. Dirinya mengatakan, hingga saat ini untuk potensi banjir lahar dingin masih cukup besar terlebih jika kondisi curah hujan tinggi.

"Jika curah hujan tinggi di sekitar lereng gunung, potensi untuk kembali terjadi laharan masih bisa terjadi sewaktu-waktu," ucapnya.

Dirinya mengungkapkan, hingga saat ini memang pihaknya melihat aktivitas Gunung Sinabung masih terus fluktuatif. Untuk aktivitas vulkanik sendiri, masih didominasi oleh gempa-gempa seperti hybrid, gempa vulkanik dalam. Dengan adanya aktivitas ini, maka potensi untuk kembali erupsi masih dapat terjadi.

"Kita melihat hingga saat ini kegempaan masih fluktuatif, dan potensi erupsi masih cukup tinggi," katanya.

Lebih lanjut, dirinya kembali mengimbau kepada masyarakat agar menaati rekomendasi yang telah dikeluarkan dari pihak terkait. Terutama, dirinya meminta kepada masyarakat agar tidak memasuki zona merah yang telah ditentukan. Dan jika curah hujan tinggi, masyarakat diminta untuk mewaspadai luapan banjir lahar dingin terlebih yang berada di sekitar aliran sungai.

(cr4/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved