Khazanah Islam

Sholat Tiang Agama, Benarkah Muslim yang Tak Pernah Sholat Boleh Disebut Kafir?

sholat, maka dilihat kalau dia masih mengatakan sholat itu wajib, maka dia tidak dikatakan kafir

Editor: Dedy Kurniawan
arabnews/spa
Sholat 

TRIBUN-MEDAN.com - Sholat merupakan tiang utama agama Islam.

Sebagai umat Muslim sholat hukumnya wajib, meninggalkannya merupakan dosa besar. 

Sholat menjadi ibadah pertama yang akan dihitung ketika di akhirat. Apalabila bagus sholatnya maka amal lain akan dihitung. 

Allah SWT memerintahkan umatnya untuk menjalankan ibadah sholat 5 waktu. Perintah ini bermula saat Nabi Muhammad melakukan Isra' dan Mi'raj. 

Setiap harinya umat Muslim diwajibkan sholat lima waktu. Mulai sholat Subuh, Dzuhur, Ashar, Magrib, dan Isya.

Total sholat wajib 17 rakaat. Alangkah baiknya dilengkapi sholat-sholat sunnah seperti dhuha, tahajjud, dan salat fajar. 

Sholat juga jadi jembatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Lantas, bagaimana jika ada seorang Muslim yang tidak pernah sholat selama hidup? 

Apakah dirinya bisa disebut sebagai seorang kafir?

Seperti diketahui secara bahasa, kafir juga berarti yang tertutup, tertutup hati nuraninya. 

Buya Yahya memberikan penjelasan terkait hal tersebut.

Hal itu terlihat di video yang diunggah di kanal YouTube Al-Bahjah TV pada 30 Juli 2018.

Sholat jemaah
Sholat jemaah (arabnews/spa)

Bab mengenai sholat itu telah disebutkan dalam satu riwayat.

"Ikatan antara seorang hamba dengan Tuhannya adalah sholat.

Barang siapa meninggalkan sholat, adalah telah kafir,"

Buya Yahya menegaskan umat Muslim yang meninggalkan sholat akan mendapat dosa besar.

Hal itu seperti halnya meninggalkan rukun islam yang lainnya yakni puasa, zakat dan haji bagi yang mampu.

"Apakah betul meninggalkan sholat langsung dikatakan kafir? Yang pertama harus diketahui meninggalkan sholat adalah dosa besar seperti halnya meninggalkan puasa, zakat dan haji bagi yang mampu," ujar Buya Yahya.

Buya Yahya kemudian membeberkan jenis orang yang dianggap kafir.

Jika mereka tak sholat tapi masih menganggap sholat itu wajib, maka orang itu tak bisa disebut kafir.

Sementara itu, mereka yang kafir adalah mereka yang menyebut sholat itu tidak wajib.

Baca juga: Bacaan Ayat Seribu Dinar, Doa Pembuka Pintu Rezeki Melimpah, Ini 5 Waktu Mustajab Mengamalkannya

"Jika ada orang meninggalkan sholat, maka dilihat kalau dia masih mengatakan sholat itu wajib,

maka dia tidak dikatakan kafir tetap beriman tapi dosa," ungkap Buya Yahya.

"Kalau ada orang mengatakan sholat tidak wajib, dia yang murtad, dia yang kafir," imbuhnya.

Baca juga: Bagaimana Hukum Menikahi Pasangan Mualaf yang Belum Sunat? Ini Penjelasan Buya Yahya

Kendati demikian, Buya Yahya menegaskan urusan umat bukan hanya sholat saja.

Umat Muslim juga harus menyeimbangkannya dengan beramal baik kepada siapapun.

"Tapi urusan umat bukan hanya sholat saja, urusan dengan istrimu, dengan tetangga, urusan dengan bapak ibumu.

Rajin sholat, tapi angkat suara sama ibunya, tidak akan masuk surga, maka semuanya harus seimbang," pungkasnya.

Apakah Orang yang Rajin Sedekah Tapi Tak Pernah Sholat Tetap Dapat Pahala? Ini Penjelasan Buya Yahya

Umat Muslim diwajibkan menjalankan ibadah sholat.

Ibadah sholat mendatangkan pahala yang luar biasa.

Jika meninggalkan ibadah sholat, maka umat Muslim akan mendapatkan dosa.

Selain ibadah sholat, amalan sedekah juga bernilai pahala yang tak terkira.

Umat Muslim dianjurkan mengerjakan ibadah sholat dan bersedekah.

Sedekah dikategorikan sebagai tambahan amal kebaikan yang nantinya dapat menyelamatkan kita di akhirat.

Lantas, bagaimana jika umat Muslim tak mengerjakan sholat tapi rajin sedekah?

Apakah orang tersebut juga tetap mendapatkan pahala?

Baca juga: Apakah Sekarang Sudah Ada Penghuni Surga dan Neraka? Begini Jawab Ustaz Abdul Somad

Buya Yahya memberikan penjelasan terkait hal tersebut.

Hal itu terlihat di video yang diunggah di kanal YouTube Al-Bahjah TV, 24 Desember 2020 lalu.

Sebelumnya, seseorang menyinggung mengenai hadits yang menyebut bahwa sedekah akan menghapus segala kesalahan.

Orang itu kemudian bertanya bagaimana jika umat Muslim sering sedekah tapi tak pernah sholat.

"Orang sering bingung melihat hadits itu karena dia jauh dari mengamalkannya.

Gambarnya di matanya apa sedekah lalu tidak sholat, sementara ada hadits tentang sholat adalah amalan pertama yang diterima," kata Buya Yahya.

"Kalau bagi anda nggak bingung, anda ahli sedekah kemudian anda ahli sholat, selesai, yang bingung adalah orang yang tidak pernah punya amal," tutur Buya Yahya.

Baca juga: Benarkah Bayi yang Meninggal Bisa Bantu Orangtuanya Masuk Surga? Ini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat

Buya Yahya menegaskan sholat merupakan kewajiban utama yang harus dikerjakan setiap umat Muslim.

Ia juga mengungkapkan sedekah merupakan salah satu amal kebaikan.

"Maksudnya begini mana yang saya utamakan sedekah atau sholat?

Sholat kewajiban, anda laksanakan sholat anda," ungkap Buya Yahya.

"Sedekahlah anda, sholatnya gimana? sambil berjalan dong sholatnya.

Tapi belum istiqomah? ya nggak apa-apa, semoga dengan sedekahnya nanti kita bisa sholat," imbuhnya.

Lebih lanjut, Buya Yahya mengingatkan untuk tak membandingkan antara amalan satu dengan amalan yang lain.

Daripada membandingkan, Buya Yahya menyarankan untuk langsung mengamalkannya.

"Bukan berarti milih antara sedekah dengan sholat mana yang lebih utama.

Kalau bicara keutamaan, sholat adalah wajib, sedekah adalah amal baik," ucapnya.

"Kalau untuk diri anda sendiri, ya sebisanya, apa yang bisa anda lakukan untuk berbuat baik dulu?

Sedekah dulu, sedekah lah dulu, sedekah untuk orang-orang sholat lalu minta doa semoga saya bisa sholat seperti anda," sambungnya.

Buya Yahya mengingatkan kita untuk tak menimbang-nimbang amalan dan segera melaksanakannya.

Jika belum bisa mengerjakan ibadah sholat, ada baiknya segera memperbaikinya.

Sembari memperbaiki sholat, kita pun dianjurkan untuk bersedekah.

"Anda hanya timbang-timbang amal bukan mengamalkan makanya jadi bingung.

Sudahlah anda sedekah InsyaAllah diterima oleh Allah, sholat anda segera dibangun sholatnya. 

(Masih) bolong-bolong, teruslah berusaha biar besok nggak bolong-bolong semacam itu," jelas Buya Yahya.

Di kesempatan itu, Buya Yahya juga mengingatkan umat Muslim untuk menilai orang dari perbuatan baiknya.

"Ini untuk diri anda, kalau menilai orang lain nilailah positifnya, jangan nilai negatifnya.

Jangan bilang sedekah gombal, sedekah banyak tapi nggak sholat, anda ini ngerusak orang.

Dia sedekah tapi nggak sholat, ya semoga dengan sedekahnya dia bisa sholat," pungkasnya.

(*/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved