Breaking News:

TRIBUNWIKI

12 Ekspresi Budaya Simalungun Ini Tercatat Sebagai Kekayaan Komunal di Kemenkumham RI

Seluruhnya terdaftar sebagai kekayaan intelektual komunal semua berasal dari ekskpresi budaya tradisional.

Penulis: Alija Magribi | Editor: Ayu Prasandi
Instagram Official Sihoda
Tor-tor Martonun Simalungun 

TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN- Divisi Hukum dan HAM Kemenhum dan HAM Provinsi Sumatera Utara, Purwanto menjelaskan bahwa Simalungun memiliki 12 kekayaan intelektual komunal.

Seluruhnya terdaftar sebagai kekayaan intelektual komunal semua berasal dari ekskpresi budaya tradisional.

Baca juga: HARGA Tes PCR Ramai Dibandingkan dengan India, Presiden Jokowi Akhirnya Turunkan Tarifnya

Adapun 12 komunal Simalungun yang terdaftar di Kemenkumham RI adalah sebagai berikut :

1. Tarian Tor-tor Martonun

Tari Tortor Batak Martonun ini menceritakan bagaimana proses pembuatan ulos tersebut diatas. Mulai dari menanam kapas sebagai bahan dasar membuat benang, panen, sampai dengan memintal benang.

2. Tarian Tor-tor Usihan Sihitak Hotang

Usihan sendiri memiliki arti menyerupai, sementara Sihitak berarti menarik dan Hotang artinya rotan. Sehingga Tor-tor Sirintak Hotang memiliki arti tarian menarik rotan yang menggambarkan kehidupan sehari-hari Masyarakat Simalungun zaman dahulu

Baca juga: HARGA Tes PCR Ramai Dibandingkan dengan India, Presiden Jokowi Akhirnya Turunkan Tarifnya

3. Taur-taur Simbandar

Taur-taur Simbandar merupakan salah satu budaya asli lokal simalungun. Taur-taur simbandar sendiri disajikan oleh sepasang kekasih garama (laki-laki) dan anak boru (perempuan). Keduanya menjalin komunikasi dengan cara taur-taur ataupun martaur-taur sebagai menanyakan keseriusan hubungan yang sudah terjalin ataupun terjaga.

4. Huda-huta/Toping-toping

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved