Breaking News:

Sumut Penopang Utama Pertumbuhan Ekonomi di Sumatera

... perbaikan mobilitas masyarakat juga turut mendorong perbaikan lapangan usaha pertambangan dan perdagangan.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Eti Wahyuni
dok
Perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 2045. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pertumbuhan ekonomi Sumatera mengalami perbaikan dengan seluruh provinsi mampu keluar dari zona kontraksi.

Pertumbuhan positif ditopang peningkatan kinerja TBS dan CPO seiring masih tercukupinya curah hujan, tingginya permintaan batu bara dari negara mitra dagang.

Selain itu, perbaikan mobilitas masyarakat juga turut mendorong perbaikan lapangan usaha pertambangan dan perdagangan.

Berdasarkan catatan dari Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sumatera Utara, Sumatera Utara berada di urutan sembilan untuk pertumbuhan ekonomi.

Baca juga: Menko Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Bergantung pada Efektivitas Penanganan Covid-19

Pertumbuhan ekonomi tertinggi terjadi di Kepulauan Riau dan terendah di Aceh. Sementara itu, meski Sumut tercatat berada pada peringkat ke-9, dengan share terbesar se-Sumatera, Sumut tetap menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi di Sumatera," ungkap Kepala BI KPw Sumut, Soekowardojo, Senin (16/8/2021).

Ada pun pertumbuhan Sumut sebesar 4,95 persen, Kepri 6,9 persen, Riau 5,13 persen, Jambi 5,39 persen, Bangka Belitung 6,85 persen, Sumsel 5,71 persen, Lampung 5,03 persen, Bengkulu 6,29 persen, Sumbar 5,76 persen, Aceh 2,6 persen.

Dikatakan Soeko, dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian meningkat cukup signifikan pada Triwulan II sebesar 3,81 persen, meningkat dibanding Triwulan sebelumnya sebesar 1,07 persen.

Sementara itu, untuk sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga meningkat menjadi 4,93 persen, naik dibanding sebelumnya yang sempat mengalami kontraksi sebesar -3,52 persen.

"Peningkatan konsumsi masyarakat Sumatera di triwulan II 2021 terkonfirmasi dari perbaikan berbagai indikator terkait konsumsi rumah tangga antara lain likert scale penjualan domestik dan Survei Konsumen ditengah meningkatnya mobilitas masyarakat pada saat HBKN (sebelum PPKM Darurat). Kondisi tersebut juga ditopang oleh akselerasi likert scale penjualan di seluruh LU utama yang berimbas pada pendapatan masyarakat," tambah Soeko.

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved