Breaking News:

Dosen Ilmu Komunikasi USU Latih Anggota Indonesia Melek Media jadi Trainer Literasi Media

Literasi media sangat dibutuhkan karena saat ini masyarakat dikelilingi berbagai platform media yang menawarkan banyak sekali konten. 

Penulis: Kristen edi sidauruk | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/KRISTEN EDI SIDAURUK
Pelatihan media literasi IMMedia di Gedung Taman Cadika, Jalan Karya Wisata, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Rabu (18/7/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dosen Prodi Ilmu Komunikasi USU mengadakan pelatihan khusus untuk trainer (training of trainers) yang diikuti komunitas Indonesia Melek Media (IMMedia), 18-19 Agustus 2021.

Pelatihan yang digelar di Gedung Taman Cadika, Jalan Karya Wisata, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, yang merupakan pengabdian dosen Prodi Ilmu Komunikasi USU, Mazdalifah Ph.D dan Moulita MA ingin membekali pengurus dan anggota IMMedia dengan pengetahuan dan keterampilan tentang literasi media sebaga strategi pendekatan kepada masayarakat dampingan.

Mazdalifah mengatakan, literasi media sangat dibutuhkan karena saat ini masyarakat dikelilingi berbagai platform media yang menawarkan banyak sekali konten. 

"Kita melihat fenomena pada masa pandemi ini orang berdiam diri di rumah. Aktifitasnya terbatas. Kebanyakan tidak tahu berbuat apa sehingga melarikan diri mengkonsumsi media."

"Padahal media itu belum tentu aman dari sisi konten. Ada isi kontennya yang baik. Ada pula yang tidak mendidik. Nah itu masyarakat perlu tahu," kata Mazdalifah, Rabu (18/8/2021). 

Dosen program studi Ilmu Komunikasi di Universitas Sumatera Utara itu mengatakan, media mempunyai pengaruh besar membentuk pola pikir dan tingkah laku konsumennya.

Menurutnya, kekuatan media massa bahkan bisa membuat publik kecanduan.  

Karena itu, katanya, masyarakat harus dibekali untuk membatasi diri dari konten yang tidak mendidik. 

"Media khususnya internet sekarang ini sudah begitu merasuk ke dalam kehidupan kita. Kalau di bidang pendidikan, karena saat ini masa pandemi, semua proses belajar mengajar semua dilakukan daring," ujarnya. 

Dalam pelatihan yang dilakukan selama dua hari itu anggota Indonesia Melek Media dilatih untuk dapat memberikan pembelajaran bagi masyarakat tentang konten yang mendidik dan terhindar dari berita bohong. 

"Dalam pelatihan ini juga diajarkan melihat media yang kapabel dan melihat konten-konten apa sebenarnya yang mendidik. Contohnya, bagaimana memahami konten di media itu baik sinetron, drama, berita dan juga tentang berita hoax," katanya. 

Pelatihan ini merupakan kerjasama dengan Lembaga Pengabdian pada Masyarakat Universitas Sumatera Utara. (cr6/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved