Breaking News:

RSUD Deliserdang Belum Tetapkan Tarif PCR Baru, Saat Ini Masih Rp 550 Ribu

Tarif pemeriksaan PCR di rumah sakit milik Pemkab Deliserdang ini sudah beberapa kali berubah. 

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN
Warga mengantre untuk ikut tes PCR di RSUD Deliserdang, Lubukpakam, beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com, DELISERDANG - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Deliserdang berlum menentukan tarif tes PCR terbaru setelah keluarnya Surat Edaran Kementerian Kesehatan tentang Batas Tarif tertinggi pemeriksaan Reserve Trancription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). 

"Surat edarannya sudah kami terima. Tapi itukan keluarnya tanggal 16 Agustus, dan kemarin libur (17 Agustus). Hari ini masih kita hitung, kalau tarif batas tertinggi kan Rp 525 untuk luar Pulau Jawa dan Bali. Nanti akan diumumkan kalau sudah keluar hitungan yang tepat,"ujar Kasubag Humas dan Hukum RSUD Deliserdang Sri Rezeki Rabu, (18/8/2021). 

Tarif pemeriksaan PCR di rumah sakit milik Pemkab Deliserdang ini sudah beberapa kali berubah. 

Terakhir, RSUD Deliserdang mematok Rp 550 ribu. 

Artinya, harga ini masih sedikit di atas dari batas harga yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

"Sedang disusun dan dihitung ulang harganya sekarang ini. Kan harus ada hitung-hitungannya. Mudah-mudahan bisa di bawah itu (kurang dari Rp 525.000). Kalau memang bisa di bawah, kenapa enggak?" kata Sri Rezeki.

Saat melakukan penghitungan ulang mencari tarif yang tepat, lanjut Sri Rezeki, banyak hal yang harus diperhatikan. 

Mulai dari bahan biaya habis pakai hingga jasanya. 

Diyakini kalau selama ini di RSUD Deliserdang salah satu tempat yang harga pemeriksaannya lebih murah.

"Namanya rumah sakit pemerintah otomatis harganya kan nggak lebih mahal dari yang tempat lain. Di luar masih 900 kami di sini sudah 550 ribu. Diperiksa pagi dan sorenya pukul 5 hasilnya sudah keluar,"ucap Sri Rezeki. 

Pelayanan pemeriksaan PCR di RSUD dibuka saat jam kerja kantor. 

Selain pemeriksaan yang pemohonnya datang ke rumah sakit, juga dilakukan pemeriksaan terhadap sampel yang diambil oleh pihak Puskesmas-Puskesmas. 

Terutama karena kasus Covid-19 di Deliserdang terus mengalami peningkatan. Setiap harinya lebih dari 100 orang yang sampelnya diperiksa. (dra/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved