Breaking News:

News Video

11 Kecamatan di Nias Terendam Banjir, Gubsu Edy: Sudah Ditangani BPBD Sumut dan Pemerintah Setempat

Kepala BPBD Sumut, Abdul Haris Lubis menyatakan, bahwa banjir diawali intensitas curah hujan yang tinggi. Sehingga membuat sejumlah sungai

Penulis: Mustaqim Indra Jaya | Editor: heryanto

11 Kecamatan di Nias Terendam Banjir, Gubsu Edy: Sudah Ditangani BPBD Sumut dan Pemerintah Setempat

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Banjir merendam 11 kecamatan di Kabupaten Nias Utara sejak beberapa hari lalu. Akibat banjir itu, Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu disebut telah menetapkan Status Darurat terhadap daerahnya.

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi yang dikonfirmasi terkait banjir tersebut, menyatakan bahwa bencana di Kabupaten Nias Utara telah ditangani BPBP Sumut.

"Sudah ditangani. Kepala BPBD Sumut baru pulang dari Nias. Yang pastinya setiap ada bencana dari masyarakat itu diawali dari kabupaten dan kota dulu berbuat. Kalau dia tak mampu baru provinsi. Kalau provinsi tak mampu lagi, pemerintah pusat," jelas Edy, di Rumah Dinas Gubernur, Jalan Sudirman Medan, Kamis (19/8/2021).

Pasca-banjir, Edy menyebut kondisi di Nias Utara mulai berangsur-angsur membaik, namun masih tetap mendapat penanganan dari pemerintah.

"Kondisi sekarang bagus," ucapnya.

Kepala BPBD Sumut, Abdul Haris Lubis menyatakan, bahwa banjir diawali intensitas curah hujan yang tinggi. Sehingga membuat sejumlah sungai di Kabupaten Nias Utara meluap.

Akibatnya air memasuki pemukiman yang dihuni warga. Ketinggian air disebut mencapai 1-1,5 meter.

"Memang itu dimulai dari hujan intensitas tinggi, deras. Sehingga ada beberapa aliran sungai yang bermuara ke Sungai Muzoi sebelum ke laut. Itu meluap dan meluas ke 11 kecamatan, memang tak secara keseluruhan. Tapi 11 kecamatan itu memang terdampak dari pada banjir tersebut," ungkap Haris.

Dampak banjir itu, membuat sebuah puskesmas beserta peralatannya terendam, sehingga untuk sementara tidak dapat beroperasional menangani pasien.

Tak sampai di situ, kata Haris, ratusan rumah warga juga mengalami kerusakkan.

"Tidak ada korban jiwa. Lebih kurang 1.500 KK terdampak banjir di Nias Utara laporan dari BPBD di sana. Lebih kurang 200 unit rumah harus mendapat perbaikan akibat dihantam banjir," ucapnya.

Menurut Haris, bantuan dari pemerintab juga telah disalurkan kepada para korban. Bahkan bantuan dari masyarakat dan donatur lainnya turut mengalir dan diberikan kepada korban bencana banjir di Nias Utara.

(ind/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved