Breaking News:

Banjir tak Surut, Warga Desa Kwala Sikasim Tidur di Jalan

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Batubara, terdapat 5.806 rumah dan sawah warga seluas 4.778 hektare terendam banjir.

Penulis: Rechtin Hani Ritonga | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/ALIF ALQADRI
KORBAN banjir di Dusun IV, Desa Kwala Sikasim, Kecamatan Sei Balai, Kabupaten Batubara terpaksa tidur di jalan dengan terpal seadanya, Kamis (19/9/2021). Saat ini warga mulai menderita gatal-gatal.(TRIBUN MEDAN/ALIF ALQADRI) 

TRIBUN-MEDAN.com, ASAHAN - Warga Desa Kwala Sikasim terpaksa harus membangun tenda di jalan untuk tidur dan keperluan memasak. Pasalnya rumah yang ditempati masih terendam oleh banjir hingga 50 cm. Terlihat sejumlah kepala keluarga di tiga tenda biru yang dibentang di jalan Perintis, Dusun IV, Desa Kwala Sikasim, Kabupaten Batubara, Kamis (19/8/2021)

Dari amatan Tribun-medan.com, terdapat lebih dari 10 keluarga yang ada di tiga tenda tersebut untuk. Rukiah, warga Desa Kwala Sikasim mengaku rumahnya saat ini sudah tidak dapat ditinggali. "Sudah tiga hari kami tidur di tenda," ujar Rukiah, Kamis (19/8/2021).

Dikatakannya, dalam tenda tersebut terdapat tiga kepala keluarga hingga lebih dari 10 orang. "Kami tiga keluarga disini, saya, anak, menantu, cucu," katanya.

Rukiah mengaku saat ini sulit untuk tidur, ditambah musim hujan yang saat ini melanda Kabupaten Batubara. "Kami tidur tidak tidurlah ini, kalau hujan sulit. Terkadang kami terkena tempias. Ditambah kami tidur bersamaan dengan alat masak," katanya.

Ia mengaku untuk memasak, saat ini harus berbagi tempat dengan ruang tidur. "Kami, makan saja harus seperti ini. Beras juga sudah mau habis," katanya.

Dikatakannya, saat ini dirinya telah terjangkit penyakit gatal-gatal. "Gatal-gatal karena kena air becek," ujarnya.

Baca juga: Tinjau Lokasi Banjir, Kapolres Batubara Dirikan Posko Pengamanan

Rukiah mengaku banjir kali ini merupakan banjir terparah selama ia tinggal di Desa Kwala Sikasim. Selama ini banjir hanya semata kaki. "Biasanya semata kaki, ini sedengkul kalau di dalam, di luar sepingggang," katanya.

Terkait dengan tenda yang didirikan oleh pemerintah, ia mengaku tidak ingin campur dengan tetangga lainnya.

Sementara itu, berdasarkan data BPBD Kabupaten Batubara, terdapat 5.806 rumah dan sawah warga seluas 4.778 hektare terendam banjir. "Ada empat kecamatan di Kabupaten Batubara terendam banjir. Ada 5.806 rumah warga dan 4.778 hektare terendam banjir," kata plt kepala BPBD Kabupaten Batubara, Sakban.

Sakban mengatakan empat kecamatan tersebut berada di Kecamatan Sei Balai, Kecamatan Nibung Hangus, Kecamatan Datuk Tanah Datar, dan Kecamatan Talawi. "Dari itu, terdapat 31 desa yang ikut terendam banjir. Saat ini banjir masih berstatus bertahan," pungkasnya.

Kapolres Batubara, AKBP Ikhwan Lubis mengatakan, saat ini personelnya sedang melakukan evakuasi terhadap warga yang berada di Desa Kwala Sikasim, Kecamatan Sei Balai, Kabupaten Batubara. "Hari ini saya meninjau langsung personel membantu masyarakat untuk membersihkan bagian rumah yang terendam," ujar Ikhwan Lubis, Kamis(19/8/2021).

Dikatakannya, personel diwajibkan untuk membantu masyarakat yang kesulitan sebab tugas kepolisian adalah menjadi seorang pengayom masyarakat. "Kami selaku pengayom masyarakat diharapkan dapat melakukan evakuasi, membantu masyarakat membersihkan rumah, dan juga menyalurkan bantuan dari Polda Sumut berupa sembako," katanya.(cr2/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved