Breaking News:

Bobby Nasution Puji Kinerja Camat Medan Tuntungan, Dinilai Berhasil Terapkan Isolasi Lingkungan

Wali Kota Medan, Bobby Nasution berkantor di kecamatan yang masuk dalam zona merah Covid-19. Agar bisa memaksimalkan PPKM

Editor: jefrisusetio
Dok. Humas Pemko Medan
Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution untuk bergegas menuju Kantor Camat Medan Helvetia di Jalan Beringin X Gaperta Rabu (18/8/2021). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Wali Kota Medan, Bobby Nasution berkantor di kecamatan yang masuk dalam zona merah Covid-19. Agar bisa memaksimalkan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro di lingkungan sehingga penanganan Covid-19 dilakukan secara cepat dan akurat. 

"Beberapa waktu lalu, kenaikan kasus Covid-19 di Kota Medan hampir 400 sampai 500 perharinya. Dari angka tersebut bisa saja kita tinggal menunggu giliran kita sendiri atau keluarga kita. Oleh karena itu, kita harus bisa turunkan seminimal mungkin angka penyebaran ini. Jadi kita harus sama-sama berupaya untuk menurunkan angka penyebaran ini," kata Bobby saat berkantor di Kecamatan Medan Helvetia

Rencananya, menantu Presiden Jokowi ini akan berkantor di lima kecamatan yang masuk dalam zona merah, yakni Kecamatan Medan Tuntungan, Medan Selayang, Medan Johor, Medan Helvetia dan Medan Sunggal. Dari lima kecamatan itu, ia mengawali berkantor di Kecamatan Medan Helvetia

Meskipun fokus penanganan Covid-19,  namun program prioritas seperti penanganan kebersihan, infrastruktur, banjir dan pembenahan kawasan Kesawan tetap dijalankan. 

Program Kesawan yang merupakan kawasan heritage di Kota Medan sebelumnya sudah dijalankan tetapi terhalang pandemi Covid-19. Padahal, ia bercita-cita wujudkan The Kitchen of Asia. Demi pelaksanaan program berjalan ia meminta Wakil Wali Kota Medan, Aulia Rachman untuk menjalankan program kerja lain. 

"Pemko Medan mendapatkan kepercayaan untuk lebih masif lagi ke tingkat lingkungan dalam menangani penyebaran Covid-19. Mudah-mudahan kita bisa menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya,” ujarnya. 

Selain itu, kata dia,  Kecamatan Medan Tuntungan merupakan satu dari lima kecamatan yang masuk dalam zona merah yang penyebaran Covid-19 paling tinggi.  Oleh sebab itu, penanganan Covid-19 yang dilakukan di kecamatan tersebut dinilainya paling baik, terutama yang dilakukan di Kelurahan Mangga.

Akan tetapi, masih banyak kecamatan yang belum dapat mengikuti cara kerja camat, lurah dan kepling yang ada di Kecamatan Medan Tuntungan tersebut. Dari pandemi Covid-19, banyak pelajaran yang dapat diambil, seperti mengajarkan bahwa seseorang tidak bisa bekerja sendiri.

"Bekerja bukan hanya ingin mengangkat nama baik sendiri, tapi melibatkan semua kalangan seperti yang dilakukan Plt Camat Medan Tuntungan Harry Tarigan. Dia  mengajak jajarannya mulai  dari tingkat yang paling bawah sampai ibu-ibu, kelompok masyarakat hingga  organisasi kepemudaan  untuk terlibat dan ikut andil dalam penanganan Covid-19. Padahal sangat sulit untuk mengajak semua unsur agar mau terlibat. Hal ini lah yang perlu dijadikan contoh untuk kecamatan lainnya," katanya. 

Ia menuturkan, apabila ada lingkungan dari kecamatan lain yang ingin melakukan isolasi lingkungan, maka Camat Medan Tuntungan dan Lurah Mangga bisa memberi tahu bagaimanan penanganan yang dilakukan. Mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan hingga lingkungan. 

“Mudah mudahan target yang kami lakukan ini, seminggu lagi penyebaran Covid-19 bisa turun agar kita lebih nyaman bekerja dan memenuhi semua keinginan masyarakat. Semua yang kita lakukan ini untuk kesejahteraan masyarakat Kota Medan,"  ungkapnya. 

(*)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved