Breaking News:

Duh, Beras Bantuan dari Kemensos Bau dan Tidak Layak Konsumsi, Warga di Kabupaten Toba Komplain

Kementerian Sosial menyalurkan bantuan beras kepada masyarakat, tapi yang diterima warga bau dan tidak layak konsumsi

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/RECHTIN
ILUSTRASI-MENTERI Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy saat meninjau Gudang Bulog Pulo Brayan Darat II, Medan, Sabtu (12/9/2020) silam. Sementara di Toba masyarakat menerima beras tak layak konsumsi. 

TRIBUN-MEDAN.COM,TOBA-Warga Desa Harungguan, Kecamatan Bona Tua Lunasi, Kabupaten Toba mendapat bantuan beras dari Kementerian Sosial (Kemensos) yang disediakan pihak Bulog dan disalurkan melalui kantor pos.

Bantuan beras ini merupakan bagian dari Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Sosial Tunai (BST), 

Sayangnya, beras bantuan Kemensos itu bau dan tidak layak konsumsi.

Baca juga: Stok Beras Bulog Sumut 41 Ribu Ton, Cukup Hingga Lima Bulan ke Depan

Sehingga warga meminta pemerintah, khususnya Pemkab Toba untuk menyuarakan masalah ini pada pemerintah pusat. 

"Kami mendapat laporan terkait adanya beras yang kurang memenuhi syarat. Setelah menerima informasi itu, saya memerintahkan Kadis Sosial untuk memeriksa ke lapangan dan ditemukanlah di daerah Kecamatan Bona Tua Lunasi, di Desa Harungguan dan sudah dibahas bersama pihak Bulog sebagai penyedia dan mereka bersedia mengganti seluruh beras yang kualitasnya tidak layak," kata Bupati Toba Poltak Sitorus, Kamis (19/8/2021). 

Ia mengatakan, bagi warga yang saat ini menerima beras kurang bagus dari Kemensos, diharap segera melapor pada kepala desa atau pemerintah setempat.

Nantinya, beras bau dan tak layak konsumsi itu akan diganti oleh pemerintah. 

Baca juga: Bantu Warga Terdampak Covid-19, Pemkab Deliserdang Pesan Beras Bulog

"Jika masih ada masyarakat yang mengeluhkan hal yang sama, jangan dimakan, namun silakan melaporkan kepada kepala desa. Sekali lagi kita berterimakasih kepada pemerintah pusat melalui kementerian sosial dan mereka bertindak cepat mengatasi kekurangan mengganti beras yang kurang berkualitas," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Toba Rajaipan O Sinurat mengatakan, untuk memastikan pendistribusian beras kualitas baik dapat berjalan sesuai harapan, pihaknya telah menurunkan sejumlah tenaga kerja sukarela kecamatan (TKSK) di setiap lokasi penyaluran.

"Kami mengimbau kepada masyarakat yang sudah sempat menerima beras tersebut agar dapat melaporkannya kepada kepala desa dan kecamatan, serta pendamping TKSK agar nanti dapat dilaporkan melalui TKSK kepada Dinas Sosial untuk selanjutnya kita menyurati pihak Bulog dan Kantor Pos untuk segera mengganti beras yang kurang layak," jelasnya.(cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved