Breaking News:

Gercepnya Bobby Nasution Urus Covid-19 Dapat Sambutan Baik, Dosen Kedokteran Ini Beri Saran Lugas

DOSEN Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (FK-UISU), Umar Zein SpPD-KPTI

Editor: jefrisusetio
Istimewa
Wali Kota Medan Bobby Nasution bertemu keluarga korban Covid-19 di pemakaman khusus Covid-19 di Simalingkar 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - DOSEN Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (FK-UISU), Umar Zein SpPD-KPTI mengatakan, langkah yang dilakukan Bobby Nasution dalam penanganan Covid-19 di Kota Medan sudah cukup baik. Bahkan, menantu Presiden Joko Widodo membuat kebijakan dari hulu hingga hilir. 

"Keberhasilan dari PPKM ini dilihat dari angka penularannya. Jika ada penurunan, maka ada hubungan dari penerapan PPKM yang dilakukan,” kata Umar Zain.

Menurut Umar Zain, penanganan di hulu yang paling utama dilakukan untuk mengurangi angka penyebaran Covid-19 di Kota Medan. Jika angka penyebaran Covid-19 dapat diturunkan dengan  menerapkan PPKM. Sedangkan penanganan sisi hilir, merupakan tugas medis. 

Ia menambahkan, Bobby Nasution harus mempertahankan langkah dan upaya yang telah dilakukan dalam menurunkan penyebaran Covid-19 di Kota Medan. Sebab, ada beberapa daerah yang sebelumnya sudah turun kasus covid-19 mendadak naik karena penanganannya tidak konsisten.

"Saya berharap Pemko Medan konsisten dengan tindakan dan upaya yang dilakukannya selama ini guna menurunkan angka penyebaran Covid-19 di Kota Medan," ujarnya. 

Tidak hanya itu, Bobby Nasution juga sudah menyediakan tempat isolasi mandiri dan memberlakukan isolasi lingkungan. Keberhasilan isolasi lingkungan bila ada koordinasi yang baik serta kebersamaan sesama warga. Seperti yang ada di Lingkungan 23 dan 15 Kelurahan Mangga Kecamatan Medan Tuntungan.

Selanjutnya, Bobby Nasution juga masif melakukan tracing dan testing terhadap warga yang terpapar virus Corona di seluruh kelurahan, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.  Untuk mendukung kelancaran tracing dan testing yang dilakukan, Bobby menunjuk lurah sebagai komando utama di lapangan serta didukung petugas Babinsa dan Babinkantibmas dari Polrestabses Medan, Polres Pelabuhan Belawan dan Kodim 0201/BS.

“Pemko Medan tentunya tidak dapat bekerja sendiri dalam melakukan tracing dan testing. Apalagi saat ini target tracing dan testing dari Kementrian Kesehatan yang selama ini 4.900 perhari, kini naik menjadi 23.000 perhari. Untuk itu diperlukan kerjasama dari semua pihak, terutama unsur Forkopimda Kota Medan,” ungkap Bobby.

41 Rumah Sakit Terima Pasien Covid-19

Cara Bobby Nasution melakukan penanganan dari sisi lihir dengan melakukan peningkatan pelayanan kesehatan pada pasien Covid-19. Saat ini, tersedia 41 tahun rumah sakit menangani pasien Covid-19

Ia juga sudah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat untuk melakukan renovasi ruang ICU bertekanan negative RSUD Dr Pirngadi Medan sekaligus penambahan bed guna menampung pasien Covid-19 dengan gejala berat.

Kemudian, Bobby Nasution menyediakan 2 tempat isolasi terpusat (isoter) yakni Gedung P4TK yang berada di Jalan Setiabudi, Kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia dan Eks Hotel Soechi Jalan Cirebon. Kemudian, menyediakan isolasi tepusat (isoter) terapung di Pelabuhan Belawan dengan mendatangkan KM Bukit Raya hasil kerja sama dengan  Kementrian Perhubungan (Kemenhub).

“Alhamdulillah, KM Bukit Raya sudah tiba dan segera kita operasikan sebagai tempat isoter terapung,” kata Bobby Nasution kemarin.

Bobby Nasution  mulai berkantor di kecamatan yang masuk zona merah karena kasus Covid-19 tertinggi. Sebagai awal, Bobby Nasurtion berkantor di Kecamatan Medan Helvetia. Langkah itu dilakukan untuk memaksimalkan penerapan PPKM Mikro di lingkungan agar penanggulangan Covid-10 di Medan lebih cepat dan terukur.

“Saya dan Sekda  berkantor di kecamatan  yang zona merah, sebab kita mau lebih optimalkan penerapan PPKM Mikro di lingkungan. Kita sudah punya contoh isolasi lingkungan di Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan. Kita harap camat, lurah dan kepling bekerja lebih cepat dan benar. Forkopimda sudah kerahklan pasukan itu harus bisa dimanfaatkan,” ungkapnya.

(*)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved