Breaking News:

Tim Karate Sumut Turunkan Delapan Atlet di PON Papua

delapan atlet tersebut nantinya akan berpartisipasi dalam ajang olahraga paling bergengsi di Tanah Air itu.

Penulis: Muhammad Ardiyansyah | Editor: Ayu Prasandi
HO
Tim karate Sumut untuk PON Papua foto bersama usai jalani proses latihan rutin di Dojo FORKI Sumut, kompleks perumahan Cemara Hijau beberapa waktu lalu.  

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN-Demi menatap PON ke-20 di Papua, tim karate Sumatera Utara (Sumut) menurunkan delapan atletnya untuk berlaga dalam ajang itu.

Perhelatan itu dijadwalkan akan digelar pada 2-15 Oktober 2021 mendatang. 

Dikatakan pelatih karate Sumut, Delphinus P Rumahorbo, delapan atlet tersebut nantinya akan berpartisipasi dalam ajang olahraga paling bergengsi di Tanah Air itu. 

"Dari delapan atlet itu di antaranya, empat atlet putera dan empat atlet puteri. Mereka akan bermain di berbagai kelas," ujarnya kepada Tribun Medan, Jum'at (20/8/2021). 

Sambungnya, adapun delapan atlet itu atas  nama, Faisal Siahaan dari Kabupaten Tobasa, kelas kumite - 60 kg, Gusti Bayu dari Kota Medan, kelas kumite - 75 kg, Widodo dari Kota Medan, kelas kumite - 84 kg, dan Daniel dari Kabupaten Tobasa, kelas kumite + 84 kg untuk atlet putera. 

Baca juga: Rumah Tangga Retak, Dhena Devanka Unfollow Jonathan Frizzy & Curhat di Instagram hingga Jadi Sorotan

Sementara itu untuk atlet puteri atas nama, Dwi Fadillah dari Kota Medan, kelas kumite - 50 kg, Nicky Dwi Octary dari Kota Medan, kelas kumite - 61 kg, Wan Nurul Insana Z, dari Kota Medan, kelas kumite - 68 kg, dan Desynta Banurea, dari Kota Medan, kelas kumite + 68 kg. 

Dikatakan Delphinus, proses latihan mereka lakoni di Dojo FORKI Sumut, kompleks perumahan Cemara Hijau.

Proses latihan pun dilakoni setiap hari, kecuali Kamis dan Minggu untuk istirahat. Dijelaskannya, Senin sampai Rabu sore mereka melaksanakan simulasi pertandingan.

"Kalau sesi I pagi, lebih banyak latihan fisik, sesi II siang lebih ke latihan teknik dan taktik. Selama pelatda sentralisasi kita latihan 3 x sehari antara 5 - 6 jam," katanya. 

Ia pun berharap, anak didiknya bisa membawa pulang medali emas pada gelaran PON Papua itu. 

Meski terdapat kendala, ia tetap optimis anak didiknya bisa membawa hasil terbaik untuk Provinsi Sumatera Utara. 

Baca juga: Cerita Pilu Warga Pinggiran Sungai Deli, Bertahan Hidup di tengah Bahaya Banjir

"Selalu saya sampaikan ke atlet dan saya berharap, semua atlet bisa mendapatkan medali. Harapan yang lebih lagi dengan 2 medali emas. Memang sulit karena 2 tahun tidak ada even untuk menguji kemampuan atlet," ucapnya. 

Selain diperkuat delapan atlet, tim karate Sumut untuk PON Papua juga diperkuat dua pelatih yaitu, Delphinus P Rumahorbo dan Erwin Kamarullah.

(cr12/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved