Breaking News:

KPU di Sumut Kesulitan Lakukan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan

KPU kabupaten/kota di Sumatera Utara mengalami kendala saat melakukan proses pemutakhiran data pemilih berkelanjutan.

Penulis: Mustaqim Indra Jaya | Editor: Royandi Hutasoit
TRIBUN MEDAN/FATAH BAGINDA GORBY
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara, Herdensi Adnin. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - KPU kabupaten/kota di Sumatera Utara mengalami kendala saat melakukan proses pemutakhiran data pemilih berkelanjutan.

Ketua KPU Sumut, Herdensi Adnin menyebutkan, kendala yang dihadapi, di antaranya Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) di kabupaten/kota tidak konsisten dalam memberikan data konsolidasi dan data pelayanan.

Menurut Herdensi, dari kedua data itu setidaknya akan diketahui penduduk yang telah berusia 17 tahun, meninggal dunia, atau pindah domisili. Selanjutnya akan dikonversi menjadi data pemilih. 

"Itu yang menyebabkan beberapa KPU kabupaten/kota progres data pemutakhirannya 0. Padahal pasti tiap hari ada yang berusia 17 tahun, meninggal dunia, atau pindah domisili," kata Herdensi, Sabtu (21/8/2021).

Sambung Herdensi, berdasarkan Undang-undang maka KPU harus melakukan pemutakhiran data pemilih secara berkelanjutan.

KPU tidak lagi harus menunggu tahapan pemutakhiran data pemilih jelang momen Pemilu.

Pemutakhiran data itu dilakukan sesuai peristiwa atau kejadian yang menyangkut status kependudukan. Sehingga bila ada yang telah berusia 17 tahun maka bisa ditambahkan ke dalam data pemilih.

Sebaliknya terhadap data penduduk meninggal dunia maka akan dilakukan pencoretan dari data pemilih.

Dijelaskannya, pemutakhiran data pada prinsipnya adalah proses menambah pemilih baru, mencoret pemilih tidak memenuhi syarat (TMS) dan melakukan perubahan dan perbaikan data pemilih. 

Selain Disdukcapil, KPU juga berharap akam terjalin kerja sama serupa dengan sejumlah lembaga/instansi yang bisa mendukung pemutakhiran data pemilih berkelanjutan, seperti Dinas Pemdes, Dinas Pendidikan, BPJS, Kodam I/BB dan Polda Sumut.

"Kita berharap akan ada MoU antara KPU dan lembaga-lembaga ini dalam rangka pemutakhiran data pemilih berkelanjutan," pungkasnya.

(ind/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved