Breaking News:

TRIBUNWIKI

Sejarah Gedung Juang 1945 di Siantar, Saksi Bisu Kala Bangsawan Belanda Berdansa

Oleh kalangan Belanda, lokasi ini juga dijadikan sebagai tempat bersantai, berlibur, makan-minum serta berdansa.

Penulis: Alija Magribi | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/ALIJA
Bangunan Gedung Juang 45 Yang mulai ditumbuhi lumut menyimpan sejarah Kolonial Belanda 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR- Bangunan tua berarsitektur Eropa yang berada di Jalan Merdeka - tak jauh dari Kantor Wali Kota Pematangsiantar menyimpan cerita sejarah yang panjang. Bangunan yang bernama Gedung Juang 1945 yang lebih dikenal dengan sebutan gedung nasional.

Melansir penelitian Pusat Studi Sosial Budaya dan Sejarah LPPM Universitas Simalungun Tahun 2009, pada masa kolonialisme Belanda menguasai Kota Pematangsiantar dan Simalungun, gedung ini merupakan tempat beristirahat orang-orang Eropa yang bekerja sebagai pejabat-pejabat perkebunan.

Baca juga: Jadwal Liga 1 Sudah Diumumkan, Manajemen PSMS Medan Sebut Liga 2 Akan Menyusul

Tugu Gedung Juang 45
Tugu Gedung Juang 45 (TRIBUN MEDAN/ALIJA)

 

Oleh kalangan Belanda, lokasi ini juga dijadikan sebagai tempat bersantai, berlibur, makan-minum serta berdansa.

Secara fisik, konstruksi utama Gedung Juang 1945 menggunakan pondasi bangunan masif (padat) dengan susunan batu bata berlapis dengan beratapkan genteng. Saat ini sebagian besar bangunan sudah tampak rusak dan retak karena tidak adanya pemeliharaan.

Gedung Juang 45 di Siantar
Gedung Juang 45 di Siantar (TRIBUN MEDAN/ ALIJA)

Dari inkripsi yang ada di bagian pintu depan, gedung ini pernah direnovasi oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Simalungun pada tahun 1971 atau era Bupati Radjamin Purba, masa itu.

Renovasi yang merupakan perbaikan berat ini juga melibatkan dekorator, Djaiman Saragih mewakili Budayawan serta pelaksananya OE Tambunan.

Pada masa revolusi fisik tahun 1945-1949, gedung ini pernah dijadikan markas Divisi IV, Divisi Gajah, dan Divisi X. Gedung ini sempat dikelola oleh Manajemen Siantar Hotel sebagai bar, pub, dan restoran.

Baca juga: Berita Foto: Sebanyak 11 Pasien Covid-19 yang Telah Dirawat di Isolasi Apung Terpadu KM Bukit Raya

Bangunan Gedung Juang 45 Yang mulai ditumbuhi lumut menyimpan sejarah Kolonial Belanda
Bangunan Gedung Juang 45 Yang mulai ditumbuhi lumut menyimpan sejarah Kolonial Belanda (TRIBUN MEDAN/ALIJA)

Sedangkan sebagian lainnya dikelola oleh Dewan Harian Angkatan 45, Legiun Veteran Republik Indonesia.

Untuk mengenang peristiwa revolusi fisik tersebut, di depan Gedung Juang, persisnya di tepi Jalan Merdeka, dibangun sebuah tugu peringatan, yang mana pendirian tugu ini diprakarsai oleh Komandan Korem 022/Pantai Timur, Kolonel Inf L Silangit dan Tokoh Masyarakat Kota Pematangsiantar, Kurnia Ginting.

Adapun inkripsi pada tugu ini bertuliskan "Tugu 1945-1949 Bangunan Ini Adalah Kedudukan Markas Divisi IV, Divisi Gajah Mada III, Divisi X, Sejarah Pertumbuhan, Pembentukan dan Pembangunan TNI di Sumut.

(alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved