News Video

Baru Direnovasi, Rumah Rosdiana Istri Tukang Botot Ini Diterjang Angin Puting Beliung

Rosdiana sendiri merupakan seorang ibu rumah tangga yang memiliki lima orang anak. Dua anaknya sudah bekerja, sedangkan ketiga anak lainnya masih

Penulis: Almazmur Siahaan | Editor: heryanto

Baru Direnovasi, Rumah Rosdiana Istri Tukang Botot Ini Diterjang Angin Puting Beliung

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Salah satu warga terdampak angin puting beliung di Gang Cempaka, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Rosdiana yang merupakan istri seorang tukang botot (pencari barang bekas) mengatakan rumahnya baru saja selesai direnovasi.

Saat ditemui Tribun-Medan, ia pun terlihat lemas karena rumah yang sudah direnovasi itu sudah akibat terkena angin puting beliung.

"Rumah ini baru saja direnovasi, baru selesai minggu lalu. Langsung kena diterjang angin puting beliung, beginilah keadaannya," ujar Rosdiana, Minggu (22/8/2021).

Dikatakannya, total kerugian mencapai Rp 5 juta, ia pun terpaksa harus meminjam uang dari keluarganya sebesar Rp 3 juta untuk perbaikan rumah.

"Total kerugian sekitar Rp 5 juta, karena banyak yang rusak seng, kayu dan instalasi listrik. Untuk perbaikan hari ini saya menghabiskan sekitar Rp 3 juta,"

"Perbaiki ini saja pun saya sudah bingung sebenarnya, cuma enggak mungkin enggak dipasang seng kan, takutnya hujan lagi, basah lagi. Makanya ya terpaksa saya pun harus pinjam duit, karena uang kami sudah habis untuk renovasi rumah sebelumnya," katanya.

Rosdiana sendiri merupakan seorang ibu rumah tangga yang memiliki lima orang anak. Dua anaknya sudah bekerja, sedangkan ketiga anak lainnya masih sekolah.

"Di rumah sama anak dan suami, pekerjaan suami saya mencari botot, saya sendiri ibu rumah tangga. Anak saya lima, dua kerja, yang lainnya masih sekolah," jelasnya.

Sewaktu kejadian, Rosdiana mengaku melihat langsung angin puting beliung yang menerjang atap rumahnya.

"Waktu kejadian, saya di rumah sama tukang, kebetulan tukang lagi perbaiki kamar. Saya baru siap cuci piring, mau menutup pintu, enggak bisa saya tutup pintunya karena didorong angin,"

"Saya memang menyaksikanlah angin itu datang dari sana, kira-kira hitungan detik sajalah, tidak sampai satu menit. Saya lihat atap ini terangkat semua, saya berpeganganlah sama pintu ini. Kalau pun pintu ini lepas, saya pasti terbang juga," ujarnya.

Setelah kejadian ia mengaku terkejut dan sempat bingung ingin berbuat apa.

"Setelah kejadian, saya seperti kaget dan hilang semangat, saya berdiri di sini baru saya sadar dan menjerit "mamakku", karena yang saya ingat mamak ada di depan. Saya lihat mamak sudah basah kena hujan," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved