Breaking News:

Pasar Tradisional Karang Sari Roboh Akibat Hujan Deras, Pengurus : Kerugian Puluhan Juta

Darius mengatakan waktu perbaikan bangunan itu diperkirakan selama satu minggu. Namun yang menjadi perhatiannya yaitu selama satu minggu.

Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/EDI
Beberpa orang tukang membereskan runtuhan bangunan dan memilih kayu dan seng yang masih layak pakai, Minggu (22/8/2021).   

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Pasar tradisional yang roboh akibat hujan deras dan angin kencang pada Sabtu kemarin membuat sebagian pedagang tidak bisa berjualan.

Pengurus menyebutkan total kerugian mencapai puluhan juta Rupiah. 

"Kalau total semua biaya pengeluaran belum bisa kita hitung ya, sebagian seng dan kayu-kayu yang masih layak, itu lagi kita pakai untuk mengirit biaya.

Yang jelas kerugiannya mencapai puluhan juta rupiah lah," ujar Darius Tarigan saat diwawancarai Tribun-Medan di lokasi, Minggu (22/8/2021). 

Baca juga: Dulunya Artis Glamor, Akhirnya Pilih Hijrah dan Nikah Sederhana, Sosok Suaminya Jadi Sorotan

Darius mengatakan waktu perbaikan bangunan itu diperkirakan selama satu minggu.

Namun yang menjadi perhatiannya yaitu selama satu minggu pedagang tidak bisa berjualan.

"Perbaikannya ini paling sekitar satu minggu, yang kita kasihan kan sama pedagang ini, mereka gak bisa jualan, terpaksa buka lapak terbuka untuk menghabiskan stok jualan," ujarnya. 

Ia juga mengatakan semasa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pendapatan pedagang sangat pas-pasan, bahkan kadang minus.

Ditambah lagi datang musibah menimpa tersebut, tentu saja semakin memberatkan pedagang.

"Jelas semasa PPKM ini orang belanja sangat sedikit, bahkan sudah banyak pedaganag ini yang gak berjualan karena gadak pembeli, tambah lagi musibah ini.

Berharap kalau ada yang mau membantu pedagang kita memberi sedikit bantuan kita sangat  berterima kasih," ujar Darius. 

Baca juga: Pemain PSMS Medan Elina Soka Segera Kembali ke Kebun Bunga : Saya Belum Dapat Tiket

Diperkirakan ratusan orang pedagang berjualan di tempat itu, mulai dari jual sayuran, ikan, daging, cabai dan lain-lain yang menjadi kebutuhan masyarakat sekitar.

Pasar tradisional itu merupakan milik perseorangan yang dikelola oleh Darius Tarigan. 

Di lokasi, amatan www.tribun-medan.com beberapa pekerja sedang memperbaiki bangunan yang roboh.

Mereka memisahkan seng dan kayu-kayu yang masih layak untuk dipakai. 

(cr6/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved