Breaking News:

Korupsi Proyek Pemeliharan Jalan

Kejari Langkat tidak Bisa Pastikan Apakah Kadis Perizinan Pemprov Sumut akan Kembalikan Uang Negara

Kejari Langkat belum bisa pastikan apakah tersangka korupsi pemeliharaan jalan bakal kembalikan uang negara

Penulis: Satia | Editor: Array A Argus
HO
Kadis Effendy Pohan ditangkap jaksa di Bandara KNIA, Sabtu (21/8/2021). 

TRIBUN MEDAN.COM,STABAT-Kejaksaan Negeri (Kejari) Langkat belum bisa memastikan apakah Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sumatera Utara HMA Effendi Pohan beserta kroninya akan mengembalikan uang negara yang dikorupsi.

Menurut Kasi Intelijen Kejari Langkat, Boy Amali, pihaknya tengah fokus melengkapi seluruh berkas dugaan korupsi pemeliharaan pada UPT Jalan dan Jembatan Dinas BMBK Sumut tersebut.

"Belum ada informasi mengenai itu," kata Boy, Senin (23/8/2021). 

Baca juga: Kadis Perizinan Pemprov Sumut Ditangkap dan Dipenjarakan Jaksa Begitu Sampai di Bandara KNIA

Namun demikian, pihaknya akan berusaha mengembalikan uang kerugian negara yang dikorupsi Effendi Pohan dan kroninya.

Diketahui, mantan Kadis Bina Marga Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) Effendi Pohan diamankan tim Tindak Pidana Khusus (Pidsus) dan Intelijen Kejari Langkat setibanya di Bandara Kuala Namu, Kabupaten Deliserdang, Sabtu (21/8/2021) malam. 

Dia diamankan setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyalahgunaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provsu Tahun Anggara (TA) 2020 pada UPT pemeliharaan Jalan dan Jembatan Binjai-Langkat senilai Rp. 2.499.769.520 Milliar. 

Baca juga: Dugaan Korupsi Pemeliharaan Jalan di Kabupaten Langkat, Kejari Langkat Kembali Tahan Satu Tersangka

"Penangkapan tersangka yang sedang menjabat sebagai Kadis DPMPTSP Provsu itu, berdasarkan Surat Perintah Penangkapan Nomor : Print-01/ L.2.25.4/ Fd.1/ 08/ 2021 tanggal 20 Agustus 2021," kata Boy Amali.

Dalam dugaan korupsi ini, ada tiga orang yang juga sudah ditetapkan tersangka.

Selain Effendi Pohan, ada Dirwansyah dan Agusti yang ditahan Kejari Langkat selama 20 hari. 

"Sejauh ini sudah tiga kita amankan. Selain H MAEP, kita juga sudah amankan AN, selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Provsu) dan D selaku Kepala UPT Dinas BMBK Sumut di Binjai," terang dia. 

Baca juga: Belasan Jaksa Kejari Langkat Diperiksa Asisten Pengawas Kejati Sumut Termasuk Iwan Ginting

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved