Breaking News:

Pria Berinisial IS Diamankan, Polisi Temukan Barang Bukti 2 Pucuk Senjata Rakitan dan Sabu

Ia mengatakan sabu-sabu tersebut diperolehnya dari saudara kandungnya yang berisial R yang tinggal serumah dengannya. 

Penulis: Alif Al Qadri Harahap | Editor: Ayu Prasandi
HO
Satres Narkoba Polres Labuhanbatu mengamankan seorang pria berinisial IS atas kepemilikan narkotika dan dua buah pucuk senjata api. 

TRIBUN-MEDAN.com, LABUHANBATU - IS(34) Desa Sonomartani, Kecamatan Kualu Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) diamankan Satuan Narkoba Polres Labuhanbatu, Senin(23/8/2021). 

Dari tangan IS berhasil diamankan dua pucuk senjata api rakitan serta Narkoba dan sejumlah uang tunai.

Hal itu diungkapkan Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu AKP Martualesi Sitepu. 

Baca juga: Curhat Marshanda Setelah Menjomblo 2 Tahun, Beberkan Kriteria Lelaki Idaman yang Buatnya Jatuh Hati

"IS kami amankan pada minggu(22/8/2021) di tempat bilyar. Dia saat itu menunggu pembeli sabu dengan berat 0,30 gram beserta uang sebesar Rp 700 ribu," ujar Martualesi. 

Ia mengatakan sabu-sabu tersebut diperolehnya dari saudara kandungnya yang berisial R yang tinggal serumah dengannya. 

"Pengakuan tersangka memperoleh barang tersebut dari abangnya yang berinisial R yang juga tinggal serumah dengannya," ujar Kasat Narkoba. 

Akibat keterangan tersangka, maka polisi melakukan penggerebekan ke rumah tersangka untuk mencari R dan barangbukti sabu lainnya. 

"Sesampainya kami disana, R sudah tidak berada di rumah yang diduga telah melarikan diri," katanya. 

Lanjutnya, dari hasil penggeledahan di rumah tersangka, polisi menemukan dua pucuk senjata api rakitan yang terdiri dari senjata api rakitan laras panjang dan sebuah senjata api rakitan laras pendek. 

"Katanya, senjata itu juga milik abangnya," ungkapnya. 

Baca juga: PSMS Medan Kembali Gelar Latihan, 4 Pemain Merapat ke Lapangan Kebun Bunga

Ia mengatakan, saat ini masih melakukan pendalaman dalam pelanggaran undang-undang darurat terkait kepemilikan senjata api. 

Akibat perbuatannya, IS di sangkakan dengan pasal 114 subsider pasal 112 UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. "dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun penjara. 

Sedangkan di singgung terkait dengan R, ia mengaku zaat ini telah ditetapkan sebagai DPO.

(cr2/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved