Breaking News:

Usaha Transportasi CPO Andalkan Armada Isuzu, Tetap Bertahan di Tengah Pandemi

Tahun 2000, saya mengalihkan unit truk yang ada menjadi truk tangki CPO karena peluang angkutan CPO ini sangat menjanjikan.

Editor: Eti Wahyuni
Tribun Medan/HO
Jejeran armada truk Isuzu. Rudy Hartono Salim, salah satu pengusaha di sektor transportasi CPO mengaku suka dengan Isuzu karena dukungan purnajual PT Isuzu Astra Motor Indonesia ini sangat menjanjikan. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung kurang lebih 1,6 tahun, sudah banyak memakan korban. Di kalangan pebisnis, tidak terhitung lagi jumlah pengusaha yang mengibarkan  bendera putih tanda menyerah.  Namun yang dijalankan oleh Rudy Hartono Salim yang mengandalkan armada Isuzu, justru terlihat kokoh menghadapi wabah Covid-19 yang sungguh dahsyat itu.

Salah satu bisnisnya yaitu dengan bendera CV Teman Setia (TS) yang bergerak di bidang transportasi CPO. Pria berumur 48 tahun ini mengandalkan 130 unit kendaraan Isuzu untuk menjalankan usahanya tersebut.

Rudy Hartono Salim membeberkan kisahnya menembus belenggu wabah Covid-19.

“Tahun 2000, saya mengalihkan unit truk yang ada menjadi truk tangki CPO karena peluang angkutan CPO ini sangat menjanjikan. Apalagi Isuzu ini membuktikan irit  solar dan handal,” imbuhnya.

Baca juga: Inilah Penampakan Generasi Baru Isuzu MU-X yang Siap Menantang Toyota Fortuner dan Pajero Sport

Untuk keiritannya, Rudy Hartono menargetkan konsumsi solar armadanya di kisaran 1:2. Ternyata  di lapangan, sopir-sopirnya justru menembus konsumsi solar hingga 1:4.

“Ya sudahlah kelebihannya biar dikantongi sopir-sopir saja. Kan lumayan toh?” kata pengusaha yang sangat dikenal tidak hanya di Medan saja, tetapi juga di daratan Sumatera.

Rudy mengaku semakin jatuh hati dengan Isuzu karena dukungan purnajual PT  Isuzu Astra Motor Indonesia ini  sangat menjanjikan.  Antara lain, jaminan harga spare part yang terjangkau, serta dukungan training mekanik dan training untuk driver.

“Buat kami, apa yang disediakan Isuzu itu sangat penting,” beber  ayah tiga orang anak.

Maka tidak heran, bila pandemi yang sudah berlangsung hampir 2 tahun itu hampir tidak berdampak kepada bisnis dan kehidupan pribadi pengusaha ini.

“Hampir tidak ada efek dikarenakan CPO adalah bahan pokok untuk kebutuhan sehari–hari.  Supply dan demand masih tinggi yang membuat saya ketagihan untuk terus menambah unit," ungkapnya.

Karena faktor-faktor di atas, Rudi mengaku setiap hari bisa menghemat biaya operasional setiap armadanya itu sekitar Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta. 

“Lumayan bisa bantu-bantu sopir-sopir saya untuk membeli beras,” katanya berkelakar.

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved