Breaking News:

Catatan untuk Bobby Nasution Agar Penanganan Sampah Berjalan Efektif: Pengawasan Harus Ketat

Kepala Jurusan (Kajur) Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara, Fikarwin Zuska memberikan sejumlah saran

Editor: jefrisusetio
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Wali Kota Medan Bobby Nasution (kanan) didampingi Kadis Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan M Husni (kiri) meninjau lokasi Tempat Pemakaman Umum (TPU) Khusus Covid-19 di Simalingkar, Medan, Kamis (5/8/2021). Kehadiran Bobby untuk memastikan ketersediaan lahan pemakaman Covid-19 dan tidak ada pengutipan biaya untuk pemakaman. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Kepala Jurusan (Kajur) Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara, Fikarwin Zuska memberikan sejumlah saran agar Bobby Nasution bisa membenahi kebersihan di Kota Medan. Satu di antaranya, Bobby Nasution harus sering sering sidak ke permukiman warga. 

"Niat Pak Wali untuk menangani sampah sudah baik. Namun, mungkin karena kebijakan itu masih baru, hasilnya belum maksimal," ujarnya kepada media. 

Adapun kebijakan yang dimaksud, seperti pelimpahan penanganan sampah kepada kecamatan serta penggunaan bio teknologi di TPA Terjun. Dan, pengadaan TPA regional di Telun Kenas, Deliserdang. 

Tidak sekadar membuat kebijakan, kata dia, Bobby Nasution harus melakukan pengawasan secara ketat sehingga penanganan sampah yang dilakukan OPD dan kecamatan bisa optimal. Karena itu, menantu Presiden Jokowi itu harus turun ke lapangan melihat tumpukan sampah secara langsung agar pihak kecamatan cepat membersihkannya. 

Selanjutnya, Fikarwin menilai, sarana prasarana pendukung penanganan sampah yang disediakan Pemko Medan sudah cukup baik. Hanya saja, belum ada budaya bersih dalam masyarakat. Sebagai contoh, Pemko Medan telah menyediakan bak sampah, namun kesadaran masyarakat untuk membuang sampah ke dalam bak sampah masih kurang.

"Buktinya, bak sampah belum dipenuhi sampah, namun masyarakat memilih membuang sampah di sekitar bak sampah tersebut. Selain itu, Pemko Medan juga sudah menyediakan tempat sampah sesuai dengan jenis sampahnya seperti organik dan non organik, tapi masyarakat masih juga tidak memasukkan sampah sesuai jenisnya ke tempat yang sudah disiapkan tersebut," katanya. 

Guna meningkatkan kesadaran masyarakat untuk hidup bersih dan membuang sampah sesuai dengan tempatnya, ia menyarankan agar penanganan sampah yang dilakukan menyentuh seluruh tempat. Artinya, petugas kebersihan harus menjangkau seluruh tempat, sehingga seluruh sampah masyarakat bisa diangkut.

"Dengan terangkutnya seluruh sampah, tentunya secara perlahan akan menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk tidak buang sampah sembarangan. Mereka akan mengumpulkan sampah rumah tangga dalam satu wadah dan petugas kebersihan kemudian mengangkutnya untuk selanjutnya dibawa ke TPA," paparnya seraya menambahkan agar Pemko Medan memperkuat pengawasan hingga tingkat lingkungan guna mencegah masyarakat buang sampah sembarangan.

Bobby Nasution Pengin Jadikan Medan Bersih dari Sampah. 

Penanganan sampah menjadi fokus perhatian Wali Kota Medan Bobby Nasution untuk segera dituntaskan. Orang nomor satu di Pemko Medan tersebut, bertekad menjadikan Medan bersih dari sampah. Guna mewujudkannya, Bobby Nasution akan terus bekerja keras dan memperkuat sarana serta prasarana guna mendukung  percepatan penanganan sampah tersebut.

Sejumlah kebijakan telah dilakukan Bobby Nasution untuk memaksimalkan penanganan kebersihan. Selain mengeluarkan Perwal No 18 Tahun 2021 tentang Pelimpahan Sebagian Kewenangan Pengelolaan Persampahan kepada Kecamatan agar penanganannya lebih maksimal, Bobby Nasution juga ingin sistem pengelolaan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) juga diubah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved